Ferdinand: Orang Bernama Anies Ini Politisi Licik dan Picik!

Ferdinand: Orang Bernama Anies Ini Politisi Licik dan Picik!

JAKARTA- Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean menilai kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta oleh Anies Baswedan merupakan cara politik yang licik. "Orang bernama Anies Baswedan ini adalah politisi licik dan picik" ujar Ferdinand di Twitter-nya, Kamis (23/12/2021). Menurut Ferdinand, Anies Baswedan seolah menganggap diri sedang membela rakyat atau buruh, padahal kebijakannya itu telah mengadu domba buruh dengan pemerintah. "Dia tega mengadu domba rakyat dengan penguasa yang sah bahwa seolah dia sedang membela rakyat (buruh) padahal tidak sama sekali. Dia hanya sedang bertipu daya utk dirinya sendiri. Hati-hati orang seperti ini, bahaya..!!" ucap Ferdinand. [caption id="attachment_580898" align="alignnone" width="696"] Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter)[/caption] Mantan kader Partai Demokrat ini mengatakan, Anies harusnya punya ibawah dan karakter. Tidak mudah oleng karena syahwat politik. "Menjadi pemimpin itu harus punya wibawa dan karakter. Tidak mudah oleng demi nafsu politik apalagi membenturkan rakyat dengan pemerintah pusat. Jangan tiru Anies Baswedan yang oleng setelah disebut Gubernur bencong oleh buruh," ucap Ferdinand lagi. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevisi dan menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 di DKI Jakarta. Yakni dari sebelumnya yang hanya 0,85 persen sebesar Rp4.453.935 naik menjadi 5,1 persen menjadi Rp4.641.854. Kebijakan itu mendapat dukungan dari Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Suharso menilai, keputusan Anies itu bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi. "Itu artinya memberikan bantalan pertumbuhan consumption setidak-tidaknya 5,2 persen. Jadi kalau 56 persen saja dari GDP kita itu adalah consumption kenaikan itu saja 2,3 persen sudah ada di tangan," ucap Suharso dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/12/2021). Menurut Suharso, besaran kenaikan UMP DKI 2022 itu dapat mendorong konsumsi masyarakat hingga sebesar Rp 180 triliun per tahun. Hal itu pada akhirnya yang diuntungkan adalah pengusaha. "Bahwa ini perlu karena ini resiprokal, akan membalik kok. Akhirnya produk-produk itu akan bertambah, akan menggerakkan demand," jelasnya. (Dal/fin).

admin

Tentang Penulis

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI

google news icon

Sumber: