Skip Beat pada Detak Jantung, Bahaya atau Tidak?

Skip Beat pada Detak Jantung, Bahaya atau Tidak?

Skip beat pada detak jantung, Ilustrasi oleh Gerd Altmann dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Jantung terasa seperti berhenti sejenak, lalu kembali berdetak, atau skip beat pada detak jantung.

Kondisi jantung yang skip beat ini menurut ahli, disebabkan oleh beberapa faktor.

Orang yang mengalami skip beat pada detak jantungnya, bisa jadi punya riwayat denyut jantung ektopik.

BACA JUGA:Apa Nyeri Dada Pasti Penyakit Jantung? Cek Faktanya

Atau, orang yang mengalami skip beat pada detak jantungnya, dulu pernah mengalami serangan jantung.

Jika bukan karena dua di atas, skip beat pada detak jantung orang bisa disebabkan tekanan darah tinggi.

Orang yang punya gangguan katup jantung juga disebut bisa mengalami skip beat pada detak jantungnya.

Penyebab lain orang alami skip beat pada detak jantung, adalah karena infeksi yang terjadi pada otot jantung.

BACA JUGA:Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, Jangan Diabaikan agar Tidak Menyesal

Penyebab orang alami skip beat pada detak jantung ini disebabkan oleh palpitasi jantung.

Di situ Anda mendapati sebuah keanehan. Jantung Anda ternyata kerap berhenti untuk sepersekian detik, lalu kembali berdetak, and so on.

Atau jantung Anda ternyata punya detak lebih atau dobel, sebelum iramanya kembali normal, dan kembali lagi terjadi setelah itu.

Apakah Skip Beat pada Jantung Berbahaya?

Ahli berpendapat, via Healhline, beberapa jenis palpitasi jantung, atau skip beat pada jantung umumnya tidak membahayakan nyawa, namun harus diakui, sensasi yang disebabkannya dapat kerasa hingga leher, tenggorokan atau dada.

Namun lebih dianjurkan, jika Anda tidak menyepelekan palpitasi jantung yang Anda alami ini. Aman tidaknya kondisi Anda, baru dapat pastikan dokter, setelah melibatkan Pemantauan Elektrokardiografi Ambulatori.

Sumber: