Cara Cegah Luka Kaki Diabetes

Cara Cegah Luka Kaki Diabetes

Diabetes, Image Credit: Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada kaki (ulkus diabetikum) atau disebut juga dengan kaki diabetik, demikian Dokter Perawatan Luka, dr Adisaputra Ramadhinara, M.Sc., CWSP, FACCWS.

"Kondisi tersebut merupakan komplikasi pada kaki penderita diabetes akibat kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) yang tidak terkontrol," katanya dalam siaran pers Kalbe, dikutip dari Antara pada Selasa, 6 Desember 2022.

BACA JUGA:Apa Ciri COVID Varian Baru? Ini Ungkap Dokter

BACA JUGA:Menkes Budi Harap Aceh Bebas Polio dalam Sebulan

Dalam acara bincang kesehatan "Health Talk" yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui ekosistem Diabetes Total Solution (DTS) berkolaborasi dengan Apotek Wellings, dr Adi mengatakan cara mencegah luka diabetes pada kaki ialah dengan menghindari olahraga yang memberikan banyak benturan ke kaki, memilih sepatu sesuai dengan aktivitas yang dilakukan, selalu menggunakan alas kaki lengkap dengan kaos kaki, dan rutin periksa dan cek kondisi kaki setiap hari.

"Kemudian, jika mengalami gejala yang berhubungan dengan kaki diabetik, segera konsultasi ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat," kata dr Adi.

Hiperglikemia menyebabkan diabetesi tidak dapat merasakan sakit ketika luka. "Risikonya, luka sederhana semakin parah, hingga berujung amputasi jika tidak ditangani dengan tepat oleh tenaga kesehatan tersertifikasi."

Padahal 85 persen dari luka sebetulnya dapat ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

BACA JUGA:Jangan Bikin Kesalahan saat Mencukur Bulu Kemaluan, Perhatikan Cara Berikut Ini!

"Saya juga tidak merekomendasikan penggunaan kain kasa untuk menutup luka diabetes di kaki. Banyak yang mengira luka ditutup supaya bersih, bakteri tidak masuk dan tidak infeksi. Padahal, bakteri bisa menembus hingga 64 lapisan kasa," kata dr Adi.

Ia menjelaskan bahwa ada berbagai pilihan penutup luka yang hasilnya optimal dalam menjaga kebersihan luka. Perburukan luka juga dapat dicegah dengan cara mengendalikan kadar gula darah penderita diabetes.

Sementara itu, berdasarkan data dari IDF Diabetes Atlas 2021, penderita diabetes di dunia diperkirakan mencapai 537 juta orang, serta akan meningkat hingga 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta orang pada tahun 2045. Pada tahun 2021, penyakit ini menyebabkan 6,7 juta kasus kematian.

Sebelum kondisi luka diabetesi memburuk, perlu diketahui sejumlah gejala penyakit diabetes. Di antaranya, sering buang air kecil terutama malam hari, cepat merasa lapar, berat badan menurun walaupun nafsu makan bertambah, cepat merasa lelah, gatal-gatal, kesemutan, gairah menurun, hingga penglihatan berkurang.

BACA JUGA:Jangan Bikin Kesalahan saat Mencukur Bulu Kemaluan, Perhatikan Cara Berikut Ini!

Sumber: