Usia Kehamilan yang Aman untuk Naik Pesawat Terbang

Usia Kehamilan yang Aman untuk Naik Pesawat Terbang

Usia Kehamilan yang Aman untuk Naik Pesawat Terbang--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat terbang itu kapan?

Ini nih yang jadi perhatian ibu hamil saat harus naik pesawat, untuk urusan apapun itu.

Menurut ahli, via Alodokter, usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat terbang itu adalah pada trisemester kedua.

Dengan demikian, usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat terbang itu adalah pada usia kehamilan 13 hingga 28 minggu.

Mengapa usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat ada di trisemester kedua?

Menurut ahli, pada usia kehamilan trisemester kedua ibu hamil sudah mulai nyaman dengan kondisi kehamilannya.

Alasan lain mengapa usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat ada di trisemester kedua, adalah karena pada usia kehamilan ini, risiko keguguran terbilang yang paling rendah.

Sementara jika bicara risiko keguguran, usia kehamilan pada trisemeseter pertama, atau tiga bulan pertama, adalah yang paling rentan keguguran pada ibu hamil yang bepergian dengan pesawat terbang.

Sementara pada usia kehamilan 36 minggu ke atas, akfitifas seperti naik pesawat terbang, dianggap dapat menyebabkan kelelahan dan ketidaknyamanan pada ibu hamil.

Jadi intinya, usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat terbang ada pada usia kehamilan 13 hingga 28 minggu.

Sementara usia kehamilan di trisemester pertama adalah yang paling rentan alami keguguran saat bepergian dengan pesawat terbang.  

Penyebab Motion Sickness saat Naik Pesawat Terbang

Motion Sickness atau mabuk gerak dapat terjadi pada mereka yang dalam perjalanan, salah satunya saat bepergian dengan pesawat terbang.

Mengapa orang alami motion sickness saat naik pesawat terbang?

 Well, menurut para ahli, hal ini dapat terjadi pada orang-orang tertentu, dikarenakan mata yang melihat pergerakan, namun tubuh tidak merasakan pergerakan ini.  

Motion Sickness akibat naik pesawat terbang ini disebabkan oleh terganggunya sistem keseimbangan tubuh, yang melibatkan mata, telinga dan saraf sensor tubuh.

Ciri-ciri orang yang mengalami motions sickness, adalah seperti kepala pusing, berkeringat, mual-mual hingga muntah-muntah.  

Cara mengatasi motion sickness menurut HealthLinkBC:
• Konsumsi ginger ale untuk menurunkan efek yang disebabkan kondisi ini
• Hirup udara segar
• Berbaring, atau setidaknya hindari menggerakan kepala sebisa mungkin
• Konsumsi obat-obatan tertentu (membutuhkan resep dokter)

Sumber: