70 Profesor dan Akademisi Melayu Dukung Anwar Ibrahim Sebagai Perdana Menteri Malaysia

70 Profesor dan Akademisi Melayu Dukung Anwar Ibrahim Sebagai Perdana Menteri Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Terpilih, Anwar Ibrahim (Wikipedia)--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Sebanyak 70 profesor dan akademisi Melayu di Malaysia, menyatakan dukungan kepada pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri. 

Menurut mereka, Anwar merupakan satu-satunya pemimpin politik saat ini yang memiliki kualitas, pengalaman dan integritas masyarakat Malaysia yang cukup beragam.  

BACA JUGA:Polandia Akui Rudal Ukraina Hantam Wilayahnya, NATO Tetap Salahkan Rusia

BACA JUGA:Emmanuel Macron: G20 Bali Secara Eksplisit Mengutuk Perang Rusia-Ukraina

"Bersama kelompoknya di PH dalam pemilihan umum ke-15 ini, dia (Anwar) adalah pilihan terbaik untuk membawa Malaysia keluar dari kelesuan ekonomi menjadi peluang kemakmuran di masa depan. Dan pada saat yang sama, dia mampu menjamin bahwa Islam dan kepentingan orang Melayu dan pribumi akan tetap utuh," kata kelompok akademisi yang menamakan dirinya G70 tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis Rabu 16 November 2022 kemarin.

Dilansir dari Malaymail, kelompok akademisi tersebut mencantumkan Prof Datuk Wan Ramli Wan Daud dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai juru bicaranya dan Prof Saadiah Mohamad dari Universitas Selangor (Unisel) sebagai koordinatornya. 

Kelompok ini juga tampaknya mendapat dukungan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), organisasi pemuda terbesar di Malaysia.

Kelompok tersebut juga mencantumkan lima himbauan kepada pemilih Malaysia, termasuk seruan untuk memilih koalisi politik yang mendukung persatuan dan keadilan nasional. 

BACA JUGA:Kekhawatiran Sekjen PBB Guterres atas Jatuhnya Rudal di Polandia, Hindari Eskalasi Perang di Ukraina

BACA JUGA:Rudal Jatuh di Polandia, Jokowi Dapat Info dari Biden: Tidak Mungkin dari Rusia

Para pemilih juga dihimbau untuk memilih calon anggota parlemen yang bebas dari kasus korupsi.

Para akademisi juga mendesak warga Malaysia untuk memilih koalisi politik yang berfokus pada agenda pemerintahan yang baik dan pemberantasan penyalahgunaan kekuasaan.

"Warga Malaysia juga didesak untuk menolak kandidat yang menggunakan fitnah untuk mendapatkan dukungan dari pemilih dan mengeksploitasi sentimen agama dan ras dengan mengadu domba publik satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan politik," kata mereka dalam deklarasinya.

Seperti diketahui, Malaysia akan menggelar pemilihan umum pada 19 November mendatang. Di luar Anwar Ibrahim yang dicalonkan menjadi Perdana Menteri, koalisi Barisan Nasional juga mencalonkan Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Sumber: