Apakah Mata Minus Bisa Sembuh Sendiri?

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh Sendiri?

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh Sendiri? Image oleh David Mark dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Apakah mata minus bisa sembuh sendiri? Apakah mata minus bisa sembuh tanpa operasi?

Ini jadi pertanyaan banyak orang di jagat maya.

Alasan mengapa orang bertanya seperti ini, karena mereka terlalu takut untuk berurusan dengan dokter, selain karena biayanya.

BACA JUGA:Ortho K Diklaim Efektif Mengoreksi Mata Minus pada Anak

Jadi apakah mata minus bisa sembuh sendiri?

“Sejauh ini, mata minus hanya bisa disembuhkan dengan operasi, misalnya jenis PRK, LASEK, dan juga LASIK,” kata dr. Nadia Nurotul Fuadah seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Itu jika bicara solusi operasi. Cara lainnya tanpa operasi adalah dengan menurunkan risiko mata minus menjadi lebih buruk.

“Mata minus bisa dicegah juga perburukannya dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang tepat sesuai resep dokter,” jelasnya.

“Sembari rutin memeriksakan kesehatan mata setiap 6-12 bulan sekali dan menghindari aktifitas yang membuat mata lelah”.

Jadi apakah mata minus bisa sembuh sendiri? Ataukah bisa dengan terapi alami yang tidak melibatkan prosedur medis?

Terkait dengan terapi alami, menurut dr. Nadia Nurotul tidak ada bukti yang kuat di lapangan bahwa mata minus disembuhkan tanpa operasi.

“Adapun terapi alami yang efektif untuk mengatasi mata minus sejauh ini belum banyak teruji kebenarannya,” tambahnya.

Jadi jika mau melihat normal di saat mata Anda minus, maka jawabannya adalah pergi ke dokter mata.

“Saran kami, agar minus mata Anda ditangani dengan tepat, periksalah dulu ke dokter atau dokter mata terdekat ya,” tutup dr. Nadia Nurotul Fuadah.

Apakah mata minus bisa sembuh sendiri? Kini Anda tau bukan jawabannya?!

Rabun Jauh

Anda agak kesulitan melihat jauh? Haruskah Anda menggunakan kacamata? Jenis kacamata apa yang harus gunakan?

Pertanyaan yang terakhir, apa yang terjadi jika Anda memutuskan terus tanpa kacamata khusus untuk kondisi Anda?

Pertama-tama kenali dulu kondisi mata Anda. Menurut dr. Fadhilah Az Zahro, CIMI, mereka yang kesulitan melihat obyek jauh disebut mengalami rabun jauh atau miopia.

Cirinya adalah pandangan yang terlihat kabur ketika melihat obyek jauh, kerap mengeluh sakit kepala, sering mengedipkan, menyipitkan mata dan kerap tidak menyadari keberadaan obyek dari kejauhan.

"Kelainan mata ini dikoreksi dengan penggunaan kacamata berlensa minus," kata dr. Fadhilah Az Zahro, CIMI, seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Mereka dengan kondisi ini juga gampang mengalami mata lelah, karena mata harus bekerja keras untuk menampilkan visual.

Selain menggunakan kacamata minus yang harus disesuaikan dengan kondisi mata pengguna, mereka yang rabun rauh disarankan untuk kontrol berkala dua kali dalam setahun.

"(Sampaika) keluhan pada dokter spesialis Mata (Sp.M). Dokter akan melakukan pemeriksaan lapang pandang, visus mata (tes ketajaman mata) maupun pemeriksaan saraf mata dengan alat (funduscopi), jika diperlukan serta evaluasi ukuran kacamata," jelasnya.

Jadi selain menggunakan kacamata sesuai resep, penderita rabun jauh juga dapat melakukan reparasi kacamata baru, ketika kondisi mata ditemukan tidak stabil kondisinya.

"Sehingga segera dikoreksi jika perlu ada penambahan ukuran," lanjut dr. Fadhilah Az Zahro, CIMI.

 Anda menyadari ada bintik atau garis berwarna hitam melayang-layang, namun hanya Anda saja yang melihat?

Menurut ahli, apa yang Anda lihat itu adalah floaters. Floaters adalah gangguan pada vitreus mata, yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Mereka yang usianya bertambah, pernah mengalami perdarahan pada mata, mengalami gangguan pada retina, bisa berurusan dengan floaters pada mata mereka.

Mereka juga yang terkena uveitis, atau pernah menjalani operasi mata, dan yang terkena tumor mata juga dilaporkan mengalami hal ini.

Meski pada umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya, dan bisa ditangani lewat prosedur medis, akan tetapi bisa jadi pertanda dari keberadaan masalah kesehatan lain, seperti glaukoma.

Sumber: