Raja Juli Singgung Peluang Gabungan Partai Non Parlemen Mengusung Capres: Lebih Besar...

Raja Juli Singgung Peluang Gabungan Partai Non Parlemen Mengusung Capres: Lebih Besar...

sejumlah petinggi partai non parlemen pengadakan pertemuan (istimewa)--

JAKARTA,FIN.CO.ID- Sejumlah petinggi parpol nonparlemen mengadakan pertemuan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu 29 Oktober 2022.

Diantaranya adalah, Sekjen PSI Dea Tunggaesti, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen Partai Garuda Yohanna, Sekjen Berkarya Andi Picunang, juga perwakilan dari Sekjen PKPI dan Partai Hanura.

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan setiap partai politik (parpol) baik yang memiliki keterwakilan di parlemen maupun tidak, memiliki hak yang sama dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden.

"Jadi baik parpol yang punya kursi maupun parpol nonparlemen punya hak yang sama dalam mengusung capres dan cawapres," kata Raja Juli Antoni, Sabtu 29 Oktober 2022.

Raja Antoni mengatakan soal parpol nonparlemen, kalau kekuatannya disatukan maka kekuatannya akan besar. 

Jumlah suaranya sekitar 9,79 persen, atau lebih besar dibanding NasDem (9,05 persen), dan PKB (9,69 persen).

BACA JUGA:Presidential Threshold dan Batas Usia Minimal Capres 40 Tahun Merusak Demokrasi Indonesia

BACA JUGA:Survei Polmatrix: Pasangan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid Unggul Karena Faktor NU

"Terkait itu suara gabungan parpol nonparlemen sebesar 9,79 persen akan sangat signifikan untuk mengusung capres dan cawapres di Pilpres 2024," kata Raja.

Ditanya terkait pertemuan para petinggi partai non parlemen itu, Raja Juli mengatakan pertemuan tersebut hanya sebatas temu kangen.

"Ya hanya temu kangen sesama partai nonparlemen, lama nggak ketemu. Belum ada kesepakatan mencalonkan kandidat tertentu. Cuma sepakat partai nonparlemen ini akan terus kompak dan lebih intensif berkomunikasi," kata dia.

Ahmad Rofiq mengonfirmasi bahwa partai nonparlemen harus muncul kembali ke publik dengan soliditas.

"Soal pilihan mungkin bisa beda, tapi gerakan politik harus muncul ke publik," ujar Ahmad Rofiq.

Sumber: