Beberapa Sektor Bakal Jadi Akselerator di 2022, Apa Saja?

Beberapa Sektor Bakal Jadi Akselerator di 2022, Apa Saja?

    JAKARTA - Beberapa sektor produktif dipercaya bakal menjadi akselerator pemulihan ekonomi di tahun 2022. Sektor-sektor itu telah terbukti mampu survive di tahun 2020 dan 2021 yang penuh tantangan. Hal itu disampaikan Ekonom, Ryan Kiryanto dalam Forwada Online Media Workshop 2021, dikutip Minggu (26/12/2021). Ryan juga menyoroti sektor yang menjadi akselerator pada tahun 2022 mendatang. Menurutnya sektor tersebut antara lain telekomunikasi, kesehatan pertanian dan pariwisata serta turunannya. Dia menuturkan, saat ini saham-saham teknologi komunikasi terus memimpin pertumbuhan indeks saham gabungan di seluruh bursa di dunia. Sementara pada sektor kesehatan dan turunannya seperti obat, vitamin dan alkes, menjadi akselerator ekonomi karena semenjak pandemi melanda, masyarakat dunia makin peduli akan kesehatannya. BACA JUGA: Indef: Ekonomi Indonesia pada 2022 Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Pecah Rekor, Ekspor RI Tahun Ini Diproyeksi Tembus Rp3.271 Triliun Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diatas 5 Persen Hal serupa juga terjadi pada sektor pertanian dalam arti luas, tahun lalu walaupun rendah, sektor pertanian tetap tumbuh positif. Sektor-sektor tersebut dinilai cukup resilience di saat krisis terjadi seperti krisis akibat pandemi. "Sektor pariwisata adalah sektor yang sedang tidur dan akan menjadi akselerator kebangkitan ekonomi di tahun 2022. Karenanya, mulai hari ini sektor pariwisata harus menyiapkan infrastruktur pendukung dengan baik, maintenance harus dilakukan, serta menyiapkan SDM yang baik," ujar Ryan. Namun demikian, Ryan tetap mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron. Meskipun beberapa sumber menyebut varian ini tidak seganas varian Delta, namun Omicron tetaplah virus yang harus diwaspadai karena bisa berdampak pada ekonomi global, termasuk Indonesia. "Munculnya varian Omicron yang berasal dari Afrika Selatan ini membatasi pergerakan masyarakat dengan adanya lock down dan mengguncang pasar dunia," pungkas Ryan. (git/fin)  

Sumber: