Olahraga Peninggi Badan selain Berenang, Bola Basket Bisa Tambah Tinggi Orang hingga 20 Sentimeter

Olahraga Peninggi Badan selain Berenang, Bola Basket Bisa Tambah Tinggi Orang hingga 20 Sentimeter

Olahraga Peninggi Badan, oleh 6847478 dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Olahraga peninggi badan ada banyak jenisnya, yang menurut ahli dinilai cepat dan efektif dalam menunjukan hasilnya.

Kebanyakan dari kita mungkin taunya olahraga peninggi badan itu adalah berenang.

Memang benar berenang adalah salah satu jenis olahraga yang bisa menambah tinggi badan.

BACA JUGA:Hindari Hal Ini jika Ingin Punya Badan Lebih Tinggi

Akan tetapi berenang bukan satu-satunya olahraga peninggi badan.

Menurut ahli, via Halodoc, beberapa jenis olahraga lain bisa membantu orang menambah tinggi badannya.

Selain berenang, berikut beberapa jenis olahraga peninggi badan yang bisa dicoba sesuai ketertarikan kamu:

1.       Lompat tali

2.       Bola Basket

3.       Bersepeda

4.       Bulu tangkis

5.       Pull-up

Ada alasan mengapa lompat tali cocok untuk peninggi badan. Hal ini dikarenakan saat orang melompat, terjadi perenggangan dan kontraksi lempeng epifisis pada tulang.

Karena melibatkan banyak lompat, olahraga bola basket efektif sebagai peninggi badan karena seseorang bisa bertambah tinggi hingga 20 sentimeter, dan harus dilakukan sejak usia dini.

Olahraga peninggi badan lainnya adalah bersepeda, otot lutut dan kaki yang digunakan mengayuh akan menerima lebih banyak aliran darah, dan mendorong pertumbuhan otot.

Bulu tangkis yang juga banyak melibatkan gerakan melompat, punya fungsi yang kurang lebih sama.

Demikian pula manfaat pull-up untuk meninggikan badan, yang melibatkan banyak kontraksi bagian tubuh atas dan perenggangan di sepanjang gerakan.

Konsultasi Meninggikan Badan Bisa ke Dokter Apa?

Untuk alasan yang hanya Anda ketahui, Anda kini tengah berupaya untuk meningkatkan tinggi badan Anda.
 
Pertanyaannya, jika Anda harus berkonsultasi dengan ahli, ke mana harusnya Anda pergi untuk mendapatkan penanganan yang tepat?

“Anda bisa berkonsultasi dengan dokter orthopedi supaya bisa dilakukan evaluasi terhadap kondisi tulang Anda,” kata dr. Devika Yuldharia seperti dikutip FIN dari Alodokter.

“(Dengan begitu) Anda dapat diberikan penanganan yang lebih tepat apabila diperlukan,” tambahnya.

Sementara itu soal tinggi badan seseorang, dr. Devika Yuldharia menekankan bahwa hal ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk salah satunya keturunan.

“Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tinggi badan orang tua, nutrisi, aktivitas yang dilakukan, hormon, dan lingkungan,” jelas dia.

dr. Devika juga menambahkan, bahwa seseorang masih bisa menambah tinggi badannya, selam potensi itu masih terbuka dan harus memenuhi requirement tertentu.

“Selama lempeng epifisis pada tulang belum menutup, maka orang tersebut masih bisa bertambah tinggi. Umumnya lempeng epifisis akan menutup di usia 16-22 tahun,” ungkap dia.

 

 

Sumber: