Andropause, ketika Pria Juga Menopause, Dimulai dari Usia Segini

Andropause, ketika Pria Juga Menopause, Dimulai dari Usia Segini

Andropause, Image oleh oleh Lars Eriksson dari Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Andropause adalah kondisi yang dialami pria berusia 50 tahun keatas.

Pria yang mengalami andropause akan terdampak fungsi seksualitasnya, termasuk mood hingga kondisi fisiknya.

Dan seperti hanya menopause pada wanita, andropause ini memicu perubahan hormon yang disebabkan oleh pertambahan usia.

Menurut ahli, via Halodoc, pria yang mengalami andropause umumnya berurusan dengan hipogonadisme, yang menyebabkan penurunan produksi hormon oleh kelenjar seksual.

Namun berbeda dengan wanita yang pasti menopause, tidak semua pria nyatanya mengalami andropause, dan bahwa gejala yang ditimbulkan oleh kondisi ini bisa dikendalikan, termasuk melalui pengobatan.

Andropause sendiri menurut pendapat ahli, disebakan oleh stres, depresi dan kecemasan.

Beberapa faktor di atas kemudian memicu kondisi lain seperti difungsi ereksi, hilangnya libido dan gangguan mood.

Masalah psikologis ini kata ahli, dapat dipicu oleh pekerjaan, relationship, perceraian, masalah keuangan, dan lainnya.

Di luar dari itu, andropause ini juga disebabkan oleh faktor lain seperti kurang tidur, kurang olahraga, punya pola makan yang buruk, suka merokok dan minum alkohol, hingga disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan diri seseorang.

Ciri pria alami andropause adalah seperti gampang lelah, mudah depresi, percaya diri dan motivasi menurun, sulit konsentrasi, susah tidur, hingga berat badan bertambah.

Terbentuknya buah dada pria atau genekomastia, penurunan masa otot, hingga kemandulan adalah efek lainnya.

Sementara itu menurut Healthline, ciri lain pria alami andropause adalah seperti rambut yang menipis, mengalami hot flashes hingga osteoporosis atau tulang keropos.

Ciri Tulang Keropos

Kita sudah sering mendengar tentang osteoporosis atau tulang keropos. Akan tetapi yang tidak disadari banyak orang, adalah bahwa tanda-tanda akan terjadinya osteoporosis itu, bisa dikenali sedari awal.

Dengan mengenali risiko Anda kena osteoporosis, maka potensi Anda mencegahnya terjadi dikemudian hari pun lebih tinggi.

Dan menurut Prevention, ada beberapa ciri khusus yang ditunjukan mereka yang berpotensi terkena tulang keropos di kemudian hari.

Berikut ini gejala awal yang umumnya ditunjukan orang yang berpotensi alami tulang keropos, yang perlu Anda ketahui:

1.    Kuku Anda mudah patah
Kuku patah bisa dicegah dengan cara meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kalsium seperti susu, yogurt, keju cottage, buah kale, brokoli dan sarden, selain juga bisa melalui suplemen vitamin D.

2. Gusi Anda mengendur
Cara mencegahnya adalaah dengan mengunjungi dokter gigi dan konsultasikan masalah anda pada dokter.
Berikan informasi faktor osteoporosis jika anda memilikinya di keluarga Anda, serta riwayat kesehatan Anda seperti kebiasaan merokok, penggunaan obat seperti steroid atau defisiensi kalsium yang mungkin Anda alami sebagai referesi.

3. Daya genggam tangan menurun
Mereka yang kesulitan menekan, mendorong gagang pintu, menandakan ada yang salah dengan masa dengan tubuhnya. Pada kasus ini, mereka yang berpotensi kena osteoporosis, disarankan untuk menambah massa otot dan keseimbangan.

4. Jantung berdebar-debar
Pada keadaan normal, detak jantung orang di saat tidak melakukan kegiatan apa-apa, atau resting heart ratenya, adalah sekitar 60 hingga 100 BPM. Namun pada jantung yang berdetak 80 kali per menit disaat tidak melakukan apa-apa, berpotensi terkena gangguan pada pinggul, panggul dan tulang belakang, termasuk osteoporosis.

 

Sumber: