Kaitan antara Gangguan Mental dan Beban Pekerjaan

Kaitan antara Gangguan Mental dan Beban Pekerjaan

Gangguan Mental akibat Beban Kerja, Image oleh 1388843 dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Bekerja adalah cara orang untuk mendapatkan penghasilan, guna membiayai hidup, baik diri sendiri maupun keluarga yang ditanggung.

Namun dalam prosesnya, bekerja ikut berkontribusi pada gangguan mental yang dihadapi orang.

Menurut dokter spesialis okupasi dr. Endriana S. Lubis MKK, Sp. OK, salah satu masalah mental yang dihadapi orang bekerja adalah stres akut.

BACA JUGA:Manfaat Terapi Pijat Batu Panas, Mulai dari Pangkas Stres hingga Atasi Masalah Sendi

Tidak hanya itu, dunia kerja juga berkontribusi terhadap stres pasca trauma akibat kerja.

Selain menyebabkan gangguan penyesuaian yang diakibatkan beban pekerjaan, dunia kerja juga memicu yang namanya sindrom burnout.

“Penyebab stress (di dunia kerja) antara lain (akibat) beban pekerjaan, seperti target atau deadline, hubungan interpersonal antara atasn dan bawahan, atau rekan kerja lain," kata dr. Endriana seperti dikutip FIN dari laman resmi Kemensos.

Untuk mengatasi gangguan mental dan perilaku yang disebabkan pekerjaan ini, lanjut dr. Endriana S. Lubis, tidak cukup dengan upaya sendiri.

“Intervensi diperlukan pada gangguan mental dan perilaku akibat kerja,” terangnya.

Berpose seperti Superman Bantu Pangkas Stres

Taukah Anda dengan berpose seperti Superman, Anda bisa merasakan benefitnya terhadap kesehatan mental Anda?

Menurut pakar motivasi asal AS, Tony Robbins, dengan melakukan Power Pose, nama posenya, orang bisa meningkatkan produksi hormon tertentu, dan memangkas hormon lainnya dari tubuhnya.

Malahan, manfaat melakukan Power Pose ini, menurut Tony Robbins, sudah dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Business School.
“(Para hali dari) Harvard Business School sudah pernah melakukan studi soal hal ini,” kata Tony Robbins seperti dikutip FIN dari Facebook resminya.

“(Lewat studi itu) dibuktikan bawah dengan melakukan Power Pose selama 2 menit, kalian bisa memberikan dampak yang besar terhadap biokemistri di tubuh kalian,” sambungnya.

Cara melakukan Power Pose ini adalah dengan berdiri tegak, dada dibusungkan, dan kepala tegak sebagaimana dilakukan Superman dan Wonder Woman di poster yang Anda lihat di atas.

“Dalam studinya, para ahli menemukan bahwa produksi hormon testosteron meningkat sebesar 20 persen (setelang melakukan Power Pose dalam waktu 2 menit),” kata Tony Robbin.

“(Pose ini) juga menurunkan hormon kortisol atau hormon stres sebanyak 25 persen. Cobalah beberapa kali dan lihat bagaimana pose ini bekerja (terhadap tubuh Anda),” tutup Tony Robbins.

Efek Stres yang Disebabkan Pekerjaan terhadap Kehidupan Anda

Taukah Anda jika stres karena pekerjaan itu dapat menyebabkan beberapa masalah.

Hal ini diungkap para ahli dalam sebuah buku berjudul Organizational Behavior, Seventeenth Edition.

Menurut Robbins & Judge dalam bukunya itu, masalah fisiologi adalah salah satu efek dari stres yang dipicu pekerjaan.
Ciri dari masalah fisiologis akan stress bekerja ini menurut ahli, via Halodoc, adalah terjadinya perubahan di dalam metabolism tubuh.

Efek dari perubahan ini menyebabkan detak jantung yang meningkat, masalah pada sistem pencernaan, selain efeknya terhadap otot yang kaku, gangguan pencernaan hingga gangguan pernapasan.

“Efek terhadap psikologis adalah seperti merasa tegang dan tertekan dalam bekerja, cemas saat mengerjakan tugas, mudah tersinggung, merasa bosan dalam lingkungan bekerja, serta melakukan tindakan lainnya,” jelas Robbins & Judge.

Sementara efek stres akibat pekerjaan ini, adalah dampaknya terhadap perubahan dalam kinerja.

“Menjadi malas bekerja, mudah berperilaku agresif, perubahan produktivitas, hingga mengonsumsi zat-zat terlarang (adalah efek lainnya”.

Intinya, tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan fisik, stres akibat pekerjaan dapat mempengaruhi produktifitas mereka di kemudian hari.

Sumber: