Marc Marquez Ungkap Penyebab Tim Pabrikan Jepang Kurang 'Greget' di MotoGP 2022

Marc Marquez Ungkap Penyebab Tim Pabrikan Jepang Kurang 'Greget' di MotoGP 2022

Pebalap Tim Repsol Honda Marc Marquez (Instagram @hrc_motogp)--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Pabrikan asal Jepang seolah kurang "greget" di MotoGP 2022. Mereka jauh tertinggal dari pabrikan Italia seperti Ducati dan Aprilia. 

Ducati sudah mengukuhkan diri menjadi juara dunia konstruktor pada MotoGP 2022. Mereka mengumpulkan 391 poin, diikuti oleh Aprilia dengan koleksi 235 poin.

BACA JUGA:Quartararo Atau Bagnaia yang Bakal Jadi Juara MotoGP 2022? Marquez Ternyata Punya Pandangan Begini

BACA JUGA:Aleix Espargaro Siap Mati-matian Kejar Juara Dunia MotoGP 2022

Sementara pabrikan Jepang Honda dan Suzuki ada di posisi dua terbawah di klasemen konstruktor. Honda ada di posisi terbawah dengan koleksi 124 poin.

Rider Repsol Honda, Marc Marquez mengungkapkan alasannya mengapa Pabrikan Jepang kurang greget di MotoGP 2022 ini. 

Marc Marquez sadar dengan fakta itu. Dia menyebut bahwa pandemi Covid-19 menjadi penyebab pabrikan-pabrikan Jepang menurun, pengembangan motor yang dilakukan menjadi tak maksimal.

"Pada level global, pandemi juga berdampak pada olahraga kami, dan setelah itu berlalu terlihat bahwa pabrikan Asia, Honda, Yamaha, dan Suzuki terdampak lebih banyak dan saya pikir itu membuat mereka mengalami kerugian lebih banyak, terutama pada 2020 sama halnya pada 2021. Sebagian besar kejuaraan dunia digelar di Eropa," kata Marc Marquez di Marca.

BACA JUGA:Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2022 Makin Ketat, Enea Bastianini: Harus Yakin di Tiga Balapan Terakhir

BACA JUGA:Oliveira Juara MotoGP Thailand, Bagnaia Perpendek Jarak dengan Quartararo Jadi 2 Poin

"Jadi, semua insinyur Asia datang dan tinggal di Eropa, tapi mereka tak tinggal lagi di pabrik. Ada banyak komunikasi dan kerja yang sedikit menurun, meski itu bukan alasan karena pada akhirnya anda di kejuaraan dunia dan anda harus tahu bagaimana beradaptasi dengan lingkungan, kalau anda tak bisa melewati itu, dan dalam kasus ini, mungkin karena protokol dan semua yang menyertainya. Ada kekuatan lebih besar untuk mereka yang tak dapat mereka adaptasi."

"Dalam kasus ini, Honda bekerja dan sekarang mereka terus bekerja karena keadaan normal sudah mulai kembali di negara mereka. Mari berharap bahwa pada 2023, mereka bisa mengambil langkah besar, tapi saya tak bisa menyalahkan mereka untuk alasan apapun karena saya melihat usahanya sudah maksimal, keterlibatannya maksimal, dan hasil itu sesuai harapan, tidak. Lantas, setiap langkah yang diambil selalu benar," kata Marquez menambahkan.

 

Sumber: