Gandeng Denmark, PLN Pacu Pengembangan EBT Andal dan Terjangkau

Gandeng Denmark, PLN Pacu Pengembangan EBT Andal dan Terjangkau

--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- PT PLN (Persero) menggandeng Danish Energy Agency (DEA) untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang bersih, andal dan terjangkau di Tanah Air.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan DEA untuk joint study pengembangan EBT di Indonesia pada Selasa, 27 September 2022.

BACA JUGA:Dukung Gelaran IEMS 2022, PLN Akselerasi Kesiapan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Indonesia

BACA JUGA:Perkuat Kapasitas SDM di Bidang Ketenagalistrikan, PLN Teken 3 Tahun Kerja Sama dengan Jepang

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan untuk bisa mengakselerasi pengembangan EBT, PLN tidak bisa sendiri.

Apalagi, beberapa jenis EBT memerlukan teknologi yang proven. PLN menggandeng Denmark sebagai salah satu negara yang mempunyai kekuatan dalam pemanfaatan sumber daya alam menjadi basis energi listrik.

"Denmark merupakan salah satu negara yang banyak memanfaatkan sumber daya alamnya untuk tenaga listrik. Mulai dari angin, arus laut bahkan juga air," ujar Darmawan.

Ia menjelaskan, DEA akan membantu PLN dalam program pengurangan emisi global melalui langkah mempercepat bauran energi yang berkelanjutan dan andal.

BACA JUGA:Negara Hadir, Lebih Dari 5 Ribu Warga Kurang Mampu di Kalbar Kini Nikmati Listrik PLN

"Khususnya di pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), DEA bersama PLN akan mencoba mengembangkan teknologi yang mutakhir dan juga applicable di Indonesia. Tak hanya teknologi, DEA juga akan membagi pengalamannya dalam mengkomersialisasikan PLTB dan juga melakukan pemetaan potensi PLTB di Indonesia," ujar Darmawan.

Melalui MoU ini, nantinya DEA bersama PLN akan melakukan studi pengembangan PLTB di wilayah Sumatera dan NTT juga wilayah potensial lainnya di Indonesia.

Darmawan memastikan PLN terus berupaya untuk bisa meningkatkan bauran energi di Indonesia.

Upaya akselerasi bauran energi ini sebagai langkah untuk mencapai target Net Zero Emission di 2060 mendatang.

Sumber: