Nilai Transaksi Harian BEI Sepekan Terakhir Anjlok 16 Persen Jadi Rp10,52 Triliun

Nilai Transaksi Harian BEI Sepekan Terakhir Anjlok 16 Persen Jadi Rp10,52 Triliun

    JAKARTA - Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 20-24 Desember 2021, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mengalami penurunan hingga 16,01 persen menjadi Rp10,52 triliun dari periode sepekan sebelumnya, yakni Rp12,53 triliun per hari. Berdasarkan data perdagangan BEI yang dikutip Minggu (26/12/2021), rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan 4,55 persen menjadi 1.250.237 kali transaksi dari 1.309.827 kali transaksi per hari pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat menurun 0,18 persen menjadi 23,36 miliar saham dari 23,4 miliar saham per hari pada pekan sebelum. Nilai kapitalisasi pasar selama sepekan menyusut 0,57 persen menjadi Rp8.231,8 triliun dari Rp8.278,74 triliun pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan tercatat melorot 0,59 persen ke level 6.562 dari posisi 6.601 pada penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya. BACA JUGA: Beberapa Sektor Bakal Jadi Akselerator di 2022, Apa Saja? Indef: Ekonomi Indonesia pada 2022 Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Market Share Jalan Tol Tembus 51 Persen, Jasa Marga Targetkan Peningkatan Pada perdagangan Jumat (24/12/2021), investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp205,53 miliar, sedangkan sepanjang 2021, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp37,48 triliun. Pada perdagangan selama sepekan, BEI menerima satu perusahaan yang melakukan pencatatan perdana saham, yakni PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), sehingga, pada tahun ini tercatat ada 54 emiten baru. Selama sepekan, BEI menerima pencatatan dua obligasi dan satu sukuk, yakni Obligasi Berkelanjutan II Tahap II-2021 yang diterbitkan oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) senilai Rp3,35 triliun. PT Aneka Gas dan Industri Tbk (AGII) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV-2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap IV-2021 yang masing-masing sebesar Rp150 miliar. Dengan demikian, jumlah obligasi dan sukuk sepanjang tahun ini sebanyak 98 emisi dari 58 Perusahaan Tercatat senilai Rp103,31 triliun. Sedangkan, total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 474 emisi, dengan nilai nominal outstanding mencapai Rp432,16 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan 123 Perusahaan Tercatat. Adapun jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI sebanyak 140 seri dengan nilai nominal Rp4.522,98 triliun dan USD300 juta. Sedangkan, Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp5,04 triliun. (git/fin)

Sumber: