Wacana Coblos Parpol di Pemilu 2024, Redam Persaingan Antarcaleg dan Tekan Biaya yang Dikeluarkan Negara

Wacana Coblos Parpol di Pemilu 2024, Redam Persaingan Antarcaleg dan Tekan Biaya yang Dikeluarkan Negara

Ilustrasi Pemilu 2024.-Ilustrasi-twitter

JAKARTA, FIN.CO.ID - Opsi pemilihan legislatif di 2024 secara tertutup rupanya mulai dilirik para pemangku kebijakan.

Pasalnya, dengan sistem tertutup, pemilih hanya akan mencoblos parpol.

Sistem ini yang menjadi salah satu pembahasan antara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BACA JUGA:Terungkap Alasan Giring Ogah Dukung Anies Jadi Capres di Pemilu 2024

Dengan kata lain, parpol yang akan memilihkan siapa yang akan duduk sebagai anggota DPR.

Ketua Badan Pengkajian MPR Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, pileg den­gan sistem proporsional terbuka seperti saat ini terlalu banyak menelan biaya.

Biaya politik yang mahal, rawan tindakan korupsi oleh anggota dewan.

Ia menegaskan, Pemilu di Indonesia sangat mahal.

BACA JUGA:Survei Pemilu 2024, Elektabilitas Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan

Anggaran negara yang harus dikeluarkan sekitar Rp. 100 triliun untuk KPU dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). 

"Sekarang coba kita hitung biaya yang dikeluarkan oleh kandi­dat, itu pasti lebih dari itu,” ujar Djarot.

Karena itu, pihaknya menyambut baik usulan Ketua KPU Hasyim Asy’ari terkait pileg proporsional tertutup. 

“Bagus sekali Pak Hasyim Asy’ari menyampaikan kita harus berani balik ke sistem pemilu yang proporsional murni atau tertutup,” ungkap Djarot.

BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan SKB Netralitas ASN di Pemilu 2024

Sumber: