Kapan Kelangkaan Chip Berakhir? Ini Prediksi Volkswagen

Kapan Kelangkaan Chip Berakhir? Ini Prediksi Volkswagen

Volskwagen, Image oleh Simon dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Volkswagen memprediksikan bahwa kelangkaan chip akan berakhir pada 2023 mendatang.

Dengan begitu, produsen mobil asal Jerman itu kini tengah mempersiapkan ‘new normal’, sebagai respon mereka terhadap gangguan rantai pasokan chip dunia.

Hal itu dikatakan Volkswagen kepada Automobilwoche, sebagaimana dilaporkan Reuters, awal pekan ini.

"Investasi untuk kapasitas baru sekarang tengah berada pada jalurnya, tetapi mungkin masih akan ada kekurangan stok semikonduktor hingga tahun 2023 mendatang," kata Murat Aksel saat berbicara untuk Volkswagen.

Murat Aksel menambahkan bahwa masalah kelangkaan stok chip atau semikonduktor ini, adalah masalah struktural yang tidak dapat diselesaikan begitu saja.

Di sisi lain, kekurangan pasokan wire harness yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada awal tahun 2022 ini, tidak lagi menjadi masalah, katanya.

Namun, Aksel memperingatkan bahwa setelah apa yang terjadi terhadap rantai pasokan selama dua tahun terakhir, maka saat ini adalah eranya new normal (bagi industri otomotif, khususnya Volskwagen).

Ia juga berharap ke depannya tidak akan ada lagi permasalahan, yang dapat mempengaruhi produktifitas perusahaan otomotif itu.

"Dengan isu geopolitik baru, jika ada, hal itu akan membuat kondisi saat ini menjadi lebih kompleks dan menantang," tambah Aksel.

Kelangkaan Chip Sudah dari Tahun Lalu

Langkanya pasokan semikonduktor, salah satu part yang digunakan produsen untuk memproduksi barang elektronik, termasuk yang digunakan pada produk ototmotif,  telah berdampak luas.

Tahun lalu,  Sony sempat mengumumkan perihal berlangsungnya kelangkaan stok PS5. Dell juga jadi salah satu perusahaan elektronik yang angkat bicara soal masalah ini.

Saat itu, Chairman and CEO dari Dell, Michael Dell meyakini, jika hal ini akan berlangsung untuk beberapa tahun ke depan.

Penyebabnya sendiri, adalah tingginya demand masyarakat dunia akan perangkat elektronik. Hal ini dipicu oleh pandemi COVID-19, yang hingga saat ini, tidak jelas kapan akan berakhir.

Sementara itu menurut Intel, langkanya pasokan semikonduktor, dapat dimanfaatkan untuk membenahi mata rantai suplai.

Menurut data yang ada, 75 persen produksi global dipegang oleh negara Asia Timur, seperti TSMC dari Taiwan dan Samsung dari Korea Selatan.

Untuk membenahi ini, CEO inter yang baru, Pat Gelsinger kala itu mengukapkan, jika pihaknya berencana untuk menanamkan dana sebesar 20 miliar dolar, untuk membangun dua pabrik semikonduktor di AS.

Sumber: