Awas, Punya Emosi Tidak Stabil Bisa Berujung ke Beberapa Kondisi Ini

Awas, Punya Emosi Tidak Stabil Bisa Berujung ke Beberapa Kondisi Ini

Marah, Image oleh Olya Adamovich from Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda punya masalah dengan emosi yang tidak stabil, dan kondisi ini membuat Anda jadi orang yang mudah marah.

Menurut ahli, emosi seseorang sangat tergantung pada situasi dan kondisi di sekitarnya.

“Stressor tinggi, lingkungan tidak mendukung, kontrol diri yang kurang (dapat menyebabkan orang mudah marah),” kata dr. Muhammad Ainul Rohman F. seperti dikutip FIN dari Alodokter.

(BACA JUGA:Suka Ngancurin Barang saat Marah? Ini Nama Kondisinya)

“Masalah yang belum terselesaikan, faktor hormonal seperti pada kondisi pre menstruasi dan lainnya (juga dapat menyebabkan orang jadi mudah marah),” tambahnya.

Ketika dibiarkan, lanjut dr. Ainul Rohman, emosi yang tidak stabil dapat mengarah ke masalah kesehatan tertentu.

Adalah satunya menurut dia adalah borderline disorder atau kepribadian ambang. Mereka yang memiliki kepribadian ambang cenderung mudah marah dan labil.

Selain itu, bipolar disorder juga dikaitkan dengan emosi yang tidak stabil. Mereka yang bipolar disebut terkadang merasa sangat bahagia, namun di waktu lain merasa sangat sedih.

“(Selain itu masalah) kontrol diri, gangguan kecemasan, sering begadang (adalah efek lain dari emosi yang tidak stabil),” ungkapnya.

Ia menyarankan orang dengan emosi yang tidak stabil, untuk memeriksakan kondisi mereka ke dokter spesialis, untuk menerima penanganan yang tepat.

“Jika gejala atau keluhan yang Anda rasakan membuat diri Anda terganggu, dan dapat membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain, maka Anda dapat konsultasikan keluhan Anda dengan dokter sepsialis jiwa ya,” ujarnya menyarankan.

Lelah dan Mudah Marah

Mudah capek, kepala sakit, perut sering kembung, tidak 'bertenaga', mood naik turun, dan mudah marah?

Ini adalah beberapa sinyal yang dikirim oleh tubuh manusia, untuk memberitau bahwa ada yang salah dengan tubuh Anda.

Menurut dr. Zaidul Akbar, ketika dibiarkan tanpa perubahan, hal ini dapat berbuntut masalah di kemudian hari.

"Kalau (Anda) pernah seperti itu, berati tubuh sudah mengirimkan sinyal keluhan yang numpuk sekian lama," kata dr. Zaidul Akbar seperti dikutip FIN dari Instagram-nya.

"Jika tidak diperbaiki, maka akan jadi masalah di tubuh hingga berupa penyakit," lanjut penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) itu.

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi kondisi yang seperti?

"Trus nge-detox-nya gimana? 3 hal ini bisa dilakukan, saya coba rangkum dari petunjuk di Al-Quran dan Rasulullah ﷺ," lanjut pakar gaya hidup sehat ala Islam itu.

Yang pertama menurut dr. Zaidul Akbar, adalah dengan berpuasa.

Yang kedua untuk men-detox tubuh Anda, adalah dengan mengaplikasikan teknik bekam, yang sudah terbukti benefitnya untuk kesehatan.

"(Bekam) merupakan salah satu metode untuk membersihkan cps atau causative pathological substance, atau ya bahan penyebab masalah di tubuh, salah satunya radikal bebas".

Menurut dr. Zaidul akbar, teknik bekam sudah terbukti fungsinya, sebagai salah satu opsi detoksifikasi, membantu tubuh kembali fresh.
 
Selain dua di atas, pola makan sehat adalah yang juga dibutuhkan untuk men-detox tubuh dari toksin yang menumpuk.

Sumber: