Kanker Prostat Tidak Cuma Terjadi pada Lansia, yang Muda Juga Berpotensi Kena

Kanker Prostat Tidak Cuma Terjadi pada Lansia, yang Muda Juga Berpotensi Kena

Ilustrasi Kanker Prostat, Image oleh Darko Djurin dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kanker prostat umumnya dikaitkan dengan mereka yang lansia. Namun pada kenyataannya, kanker prostat juga bisa terjadi pada pria di usia muda.

Menurut data yang ada, via Halodoc, kanker prostat di usia muda tercatat terjadi pada mereka berusia antara 15 hingga 40 tahun.

Dan menurut NHS Public Acces, kanker prostat yang terjadi pada pria di bawah 55 tahun, berbeda dengan kanker prostat yang ditemukan pada lansia.

Menurut ahli, penyebab kanker prostat hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun ahli memprediksi jika kanker prostat mungkin ada hubungannya dengan perubahan DNA pada sel-sel prostat.

Pertumbuhan sel yang tidak normal ini, disebut terus tumbuh dan tetap tumbuh meski sel-sel normal telah mati.

Akumulasi dari sel-sel abnormal inilah yang disebut kemudian membentuk tumor, dan menyerang jaringan di sekitarnya.

Ketika pecah, sel-sel abnormal ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kaitan antara Kanker Prostat dan Rambut Rontok

Ada sinyal yang coba diperingatkan tubuh, kepada manusia soal kesehatan mereka. Salah satunya adalah rambut yang rontok secara drastis terjadi di usia muda.

Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University of Toronto di Kanada, hal ini ada kaitannya dengan potensi salah satu jenis kanker.

Kanker yang dimaksud di sini menurut Men’s Journal, adalah kanker kelenjar prostat. Studi ini sendiri melibatkan lebih dari 400 pria, dengan tingkat kerontokan akut pada rambut mereka.

Ditemukan bahwa mereka dengan kriteria di atas, empat kali lebih berpotensi terkena kanker ganas pada kelenjar yang hanya dimiliki kaum pria itu.

Sementara menurut studi lain, semakin pria sering ejakulasi, semakin kecil pula risiko mereka terkena kanker yang dimaksud.

Kanker Prostat Bisa Dicegah

Menurut ahli, kanker prostat dapat dicegah, dan caranya ternyata tidak hanya dengan sesi ranjang dengan pasangan, namun juga dengan ‘memuaskan’ diri sendiri.  

Ya, menurut sebuah penelitian dari Boston University of Public Health, frekuensi ‘keluarnya’ cairan setelah pria mencapai klimaks, dapat menurunkan risiko anda terkena kanker prostat di kemudian hari.  

Berdasarkan studi yang dikepalai Jennifer R. Rider, Sc.D., M.P.H. Itu, mereka yang ejakulkasi setidaknya 21 kali dalam sebulan, dapat menurunkan risiko kanker itu antara 19 hingga 22 persen.  

Manfaatnya tersebut, dalam penjelasan ahli, adalah terkait dengan proses pembersihan di area kelenjar Kaum Adam itu, setiap kali mereka klimaks

Sumber: