Badan Keringat Dingin sementara Jantung Berdebar, Ini Penyebabnya Menurut Dokter

Badan Keringat Dingin sementara Jantung Berdebar, Ini Penyebabnya Menurut Dokter

Keringat, Image oleh un-perfekt dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Jantung berbedar disertai dengan keringat dingin tidaklah selalu berarti ada yang salah dengan jantung Anda.

Hal itu dianggap normal jika jantung berdebar dan keringat dingin yang Anda alami ini, disertai dengan rasa gugup.

“Ini adalah respon tubuh yang disebut fight - flight - fright - freeze response (respon lawan, lari, ketakutan, atau mematung),” kata dr. Tirtawati Wijaya, SE,  seperti dikutip FIN dari Alodokter.

(BACA JUGA:Suka Deg-degan sebelum Tampil di Depan Umum, Pertanda Masalah Jantung?)

“Bila memang ini yang Anda alami, maka ini adalah fenomena alamiah saat seseorang menghadapi ancaman; bukan penyakit jantung ataupun gangguan mental,” jelasnya.

Adapun mengapa jantung berdebar dalam kondisi ini, lanjut dr. Tirtawati Wijaya, adalah sebagai respon untuk menghadapi sesuatu bersiap untuk menyelamatkan diri dalam kondisi tertentu.

Dalam kondisi ini, sambungnya, terjadilah pelepasan hormon epinephrine atau adrenalin.

Berkat hormon ini, aliran darah ke otak, panca indra, otot-otot tungkai atas dan bawah, tangan dan kaki akan menjadi fokus utama tubuh kala itu.

“Jantung berdebar karena bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak dan organ-organ yang diperlukan, sementara pembuluh darah di area yang membutuhkan energi melebar”.

Hal inilah yang kemudian menjelaskan mengapa tubuh lalu keluar keringat dingin, karena lanjut dia, beberapa bagian tubuh dialiri lebih banyak darah yang panas sementara suhu ruangan tetap.

“Karena peningkatan suhu tubuh ini, terjadi respon pengeluaran keringat sebagai upaya menurunkan suhu (hal yang sama terjadi saat seseorang demam), maka terjadilah fenomena keringat dingin,” jelas dia.

Normalkah Badan Berkeringat saat Suhu sedang Dingin?

Menurut ahli, orang yang berkeringat saat cuaca dingin bisa dikaitkan dengan kondisi bernama hiperhirsosis.

“Kondisi ini dapat terjadi baik saat tidak melakukan aktivitas fisik berlebih atau tidak dalam cuaca panas serta dapat muncul baik pada seluruh tubuh maupun bagian tubuh tertentu,” kata dr. Riska Larasati seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Keringat sendiri pada dasarnya memiliki fungsi sebagai pendingin alami tubuh, keluar untuk menurunkan suhu tubuh saat sedang naik.

Hiperhidrosis sendiri menurut dr. Riska Larasati terbagi menjadi dua jenis, hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder.

“Hiperhidrosis primer (terjadi) akibat sistem saraf terlalu aktif merangsang kelenjar keringat yang diduga disebabkan karena faktor keturunan,” jelasnya.

Sementara pada hiperhidrosis sekunder, kondisi ini disebabkan oleh kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, hipertiroidisme, asam urat, obesitas dan lainnya.


Sumber: