Makan Tidak Teratur Jangan Anda Lakukan, Efeknya dislipidemia hingga Diabetes

Makan Tidak Teratur Jangan Anda Lakukan, Efeknya dislipidemia hingga Diabetes

Makan Tidak Teratur, Ilustrasi oleh Ryan McGuire dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pola makan yang tidak teratur adalah hal yang mungkin dialami banyak orang di dunia, termasuk kita yang di Indonesia.

Menariknya, pola makan yang tidak teratur ini kerap dianggap remeh meski efeknya terhadap kesehatan itu sangatlah jelas buruknya.

Menurut dr. Tirtawati Wijaya, SE, via Alodokter, pola makan tidak teratur beratanggungjawab atas banyaknya permasalahan kesehatan.

Berikut ini efek punya pola makan tidak teratur yang mungkin tidak pernah Anda sadari:

•    Menurunkan kemampuan berpikir
Meski terjadi sementara waktu, namun otak orang yang kelaparan itu mengalami defisiesi pasokan gizi yang dibutuhkan, menyebabkan susah konsentrasi.
•    Mengalami gangguan tidur
•    Meningkatkan risiko depresi
•    Meningkatkan tekanan darah,
•    Meningkatkan risiko penyakit jantung
•    Meningkatkan risiko serangan stroke
•    Menyebabkan gangguan makan, membuat orang kurus atau kegemukan
•    Pada wanita, hal ini dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan siklus haid. Pada pria dapat memicu masalah kesuburan.
•    Meningkatkan risiko binge eating, yang dapat berujung dislipidemia, diabetes tipe 2, obesitas, dan sebagainya.

Efek Samping Diet Nasi

Ada yang mengatakan bahwa untuk menurunkan berat badan dengan cepat dan efektif, adalah dengan mengurangi konsumsi nasi, atau bahkan tidak makan nasi sama sekali.

Namun menurut ahli, diet yang demikian justru bukanlah solusi untuk menurunkan berat badan.

Yang ada, berat badan Anda justru mungkin bisa lebih tinggi dari sebelum Anda berhenti makan nasi sama sekali.

“Diet dengan cara tidak makan nasi atau sumber karbohidrat lainnya hanya dapat menurunkan berat badan sementara saja, karena diet ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang” kata dr. Tirtawati Wijaya, SE, seperti dikutip FIN dari Alodokter.
 
Ia menambahkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya membutuhkan karbohidrat sebagai bahan bakar atau sumber energi.

“Bila kekurangan karbohidrat, tubuh akan melakukan penyesuaian untuk bertahan hidup. Akibatnya bukan hanya tersiksa rasa lapar, orang yang menjalani crash diet semacam ini akan mulai naik kembali berat badannya setelah beberapa waktu,” jelas dia.


Sumber: