Alasan Mengapa Penderita Darah Tinggi Berpotensi Kena Pikun di Kemudian Hari, Ini Kata Dokter Spesialis Saraf

Alasan Mengapa Penderita Darah Tinggi Berpotensi Kena Pikun di Kemudian Hari, Ini Kata Dokter Spesialis Saraf

Lansia, Pikun | Image oleh Steve Buissinne dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Penderita darah tinggi berpotensi alami pikun atau demensia di kemudian hari, demikian kata Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S.

Hal itu disampaikan dr. Eka dalam sebuah diskusi online bertajuk “Waspada Hipertensi Merusak Otak” yang mengambil tempat di Jakarta.

Adapun dalam penjelasannya mengapa darah tinggi bisa menyebabkan orang kena pikun, kata dr. Eka, adalah dikarenakan oleh kerusakan yang terjadi pada saraf darah otak, serta penyempitan pembuluh darah berukuran kecil-kecil di otak.

"Sumbatan-sumbatan kecil-kecil ini biasanya lebih dominan di daerah memori itu, yang menyebabkan dia mengalami gangguan kognitif yang berlanjut sebagai demensia," ujar dr. Eka dalam diskusi daring “Waspada Hipertensi Merusak Otak” di Jakarta, Rabu.

Meski begitu, kapan pikun ini akan terjadi, dr. Eka mengaku hal itu sulit untuk dipastikan. Alasan lainnya adalah karena pikun, juga dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk faktor genetik seseorang.

Meski begitu, ia juga menjelaskan bahwa tidak semua penderita darah tinggi nantinya, akan mengalami pikun di kemudian hari.

"Kapan akan terjadinya demensia? Tidak ada yang tahu, enggak semua yang hipertensi akan demensia tapi berisiko demensia. Jadi belum bisa dibilang hipertensi menimbulkan demensia setelah sekian tahun," katanya.

Darah tinggi sendiri adalah sebuah kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan, akan tetapi bisa dikontrol dengan bantuan obat dan perubahan gaya hidup.

Darah Tinggi Faktor Utama Orang Kena Stroke

Darah tinggi sebagai faktor utama penyebab stroke ini diungkap Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S.

Menurut dr. Eka, darah tinggi dapat menyebabkan gumpalan darah otak mengeras, menyebabkan aliran darah menuju otak terhambat, akibatnya adalah serangan stroke yang efeknya bisa dalam skala ringan hingga yang mengancam nyawa.

"Bila arteri yang tersumbat ada di bagian otak, hal ini akan membuat otak tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen yang cukup,” kata dr. Eka dalam diskusi daring.

“Sehingga semakin lama semakin banyak sel atau jaringan otak yang mulai mati," ujarnya dalam diskusi bertajuk "Waspada Hipertensi Merusak Otak".

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kasus serangan stroke, 64-70 persennya disebabkan oleh darah tinggi, menjelaskan klaimnya di atas.

Secara mekanisme, tekanan darah tinggi pada dasarnya menyebabkan kerusakan sel dinding pembuluh darah dan mengganggu fungsi dari otot di dinding pembuluh darah nadi arteri.

Kondisi ini dapat membuat arteri menjadi kaku dan tersumbat. Lebih lanjut, dr. Eka mengatakan hal ini dapat membuat seseorang berada pada risiko stroke yang jauh lebih tinggi.

Sumber: