Hujan Deras yang Terus Mengguyur, Sejumlah Wilayah Dilanda Bencana

Hujan Deras yang Terus Mengguyur, Sejumlah Wilayah Dilanda Bencana

TAROGONG KIDUL – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut Sabtu (25/12) mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Seperti di Kecamatan Cisewu dan Talegong. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi puluhan rumah terdampak bencana tersebut. “Korban jiwa tidak ada, hanya puluhan rumah terdampak bencana longsor dan banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, Minggu (26/12). Satria menerangkan, di Kecamatan Talegong ada 30 rumah atau 45 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sementara di Kecamatan Cisewu hanya satu rumah yang terdampak. “Dari laporan camat hanya satu rumah yang terdampak. Di rumah itu ada empat KK,” ujarnya. Menurut dia, akibat bencana yang menerjang dua wilayah, warga yang terdampak bencana sudah dievakuasi untuk ditempatkan ke pengungsian. “Warga yang terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang aman. Para korban saat ini lebih memilih tinggal bersama saudaranya yang rumahnya aman,” terangnya. Saat ini, pihaknya bersama dengan petugas lainnya seperti TNI dan Polri serta para relawan sudah diterjunkan ke lokasi bencana. “Petugas diterjunkan untuk membantu mengevakuasi dan membersihkan material longsor yang menimbun rumah serta fasilitas umum, seperti jalan protokol,” terangnya. Saat ini, tambah dia, petugas terus membersihkan material longsor yang menutup jalan di Talegong. Satria menerangkan, bencana longsor juga terjadi di Kampung Cigangsa Desa Sukamaju Kecamatan Cilawu. Di lokasi itu badan Jalan Garut-Tasikmalaya tertutup. Akibanya, jalan protokol penghubung dua kabupaten sempat putus dan mengakibatkan kemacetan cukup panjang. “Longsoran ini sempat menutup jalan, tetapi hanya beberapa jam. Setelah itu normal kembali karena material longsor berhasil dievakuasi petugas,” terangnya. Satria mengimbau masyarakat selalu waspada terutama di daerah yang masuk kawasan rawan bencana. Camat Cisewu Heri mengatakan, ada tiga desa yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayahnya, yaitu Desa Nyalindung, Desa Panggalih dan Desa Cikarang. “Bencana ini terjadi setelah hujan deras yang terus terjadi di daerah Cisewu,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu. Heri menerangkan, selain merusak rumah warga, bencana juga memutus jalan provinsi sepanjang 200 meter dan satu jembatan gantung terputus. “Rumah yang terdampak dan mengalami kerusakan ada 6 unit. Untuk jembatan gantung yang putus ini berada di Sungai Cilaki,” ujarnya. Menurut dia, Forkopimcam Cisewu beserta warga dengan melakukan pembersihan material longsor secara manual sebelum alat berat tiba di lokasi. Selain itu, melakukan evakuasi warga dan barang peralatan rumah ke rumah tetangga dan ke keluarga terdekat. Sementara jembatan yang rusak, pihaknya sudah membuat tanda atau rambu untuk kesemalatan masyarakat. “Korban jiwa tidak ada, hanya kerusakan rumah dan fasilitas umum saja,” paparnya. (yna/radartasik.com)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: