Soekasti Saksi Hidup Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Membidani Lahirnya Kowaveri

Soekasti Saksi Hidup Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Membidani Lahirnya Kowaveri

Soekasti (94) merupakan perempuan pejuang Kemerdekaan RI yang sejak remaja bergabung di Laskar Puteri Indonesia yang berada di Kota Solo. (Adityo Catur)--

TANGERANG, FIN.CO.ID - Ditemui di kediamannya di Jalan Elang VII, Blok KB VI, Nomor 6, RT 05, RW 11, Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk, Soekasti yang menggunakan alat bantu jalan tampak sehat dan bersemangat.

Ia menceritakan kisahnya saat bergerilya berjuang merebut Kemerdekaan RI. Soekasti (94) merupakan perempuan pejuang Kemerdekaan RI yang sejak remaja bergabung di Laskar Puteri Indonesia yang berada di Kota Solo.

(BACA JUGA:Kisah Engkong Usman, Pahlawan Kota Bekasi yang Masih Hidup di Hari Kemerdekan RI Yang Ke-77)

Saat itu usianya baru beranjak 17 tahun, Soekasti berjuang bersama laskar yang dihimpun oleh Ibu Tien Soeharto di Kota Solo. 

Soekasti dan perempuan pejuang lainnya yang bergabung dididik oleh pejuang-pejuang lainnya yang berasal dari tentara PETA atau satuan militer yang dibentuk oleh jepang di masa kependudukannya.

"Laskar itu semacam tentara saat itu, kalau laskar itu enggak dipersiapkan, tetapi turut berjuang untuk kemerdekaan," ujarnya.

Lebih lanjut Soekasti mengatakan, perjuangannya pertama kali adalah berjuang di front terdepan, mengantarkan makanan untuk pejuang. 

(BACA JUGA:Cara Unik Persib Rayakan HUT Ke-77 RI: Ucapara 17 Agustus di dalam Kereta Api)

Kemudian berjaga di stasiun salah satunya menjaga orang-orang yang berpura-pura hamil padahal isinya terdapat barang-barang perdagangan yang dilarang saat itu.

"Berjuang sebisanya saja, kalau kita mau makan, di laskar cari makan sendiri, begitu juga kalau butuh senjata maka mencari sendiri," katanya.

Seiring waktu, Soekasti bersama dua pejuang perempuan lainnya dipercaya menjadi Caraka atau utusan oleh Gubernur Militer Solo Semarang Pati dan Madiun (GMSSPM).

Saat agresi militer ke-II, Jenderal Soedirman memutuskan bergerilya melawan Belanda yang melanggar perjanjian. Soekasti bertugas memastikan tempat atau jalur aman yang dapat dijadikan jalan keluar oleh pejuang jika sewaktu-waktu disergap oleh musuh.

(BACA JUGA:Peringatan HUT ke-77 RI, 6 Insan PLN Raih Penghargaan Satyalancana dari Presiden Jokowi)

"Selain mengantarkan surat, Caraka bertugas meneliti tempat. Misalkan ke sana hutannya kondisinya seperti ini. Kalau lewat jembatan seperti ini, harus hafal sewaktu-waktu disergap bisa memberi jalan untuk keluar," ungkap Soekasti yang mampu berbahasa Belanda ini.

Sumber: