Kisah Engkong Usman, Pahlawan Kota Bekasi yang Masih Hidup di Hari Kemerdekan RI Yang Ke-77

Kisah Engkong Usman, Pahlawan Kota Bekasi yang Masih Hidup di Hari Kemerdekan RI Yang Ke-77

Engkong Usman Dijumpai Fin.co.id memperagakan memegang senjata melawan penjajah-Tuahta Simanjuntak untuk FIN.CO.ID-

BEKASI, FIN.CO.ID -- Hanya bisa duduk di kursi roda, 100 tahun sudah Engkong Usman menurut pencatatan data kependudukan.

Menggunakan baju koko berwarna putih dan juga sarung, seorang pahlawan Laskar Rakyat Bekasi masih dalam kondisi sehat dan kuat.

(BACA JUGA:Kios Terbakar Tewaskan Ibu dan Anak di Bekasi, Diduga Karena Obat Nyamuk Bakar)

(BACA JUGA:Meriah, Lomba Panjat Pinang di Aliran Kali Bekasi Sedot Animo Warga)

Dijumpai di rumahnya di wilayah Jalan Pangeran Jayakarta, Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, ia berbincang bersama fin.co.id mengenai pengalaman pada masa penjajahan.

Dengan kondisi pendengaran serta penglihatan yang tidak lagi berfungsi dengan baik, dengan lantang ia menceritakan perlawanan pada masa penjajahan.

Ingatan peristiwa demi peristiwa pada masa perang kemerdekaan di Kota Bekasi, ia ceritakan sambil memperagakan caranya menembak dengan menggunakan senjata.

Setiap kali berbincang, lawan bicara yang mendampingi harus mendekatkan mulut ke bagian telinga sebelah kiri Engkong Usman agar terdengar jelas.

(BACA JUGA:Edan! Peredaran Obat Keras di Kabupaten Tangerang Sudah Masuk di 17 Kecamatan )

(BACA JUGA:Nah Loh, 29 Kelompok Gangster di Bekasi Telah Teridentifikasi, Macam-macam Tinggal 'Comot')

Suara lantang dan gagah ciri khas angkatan bersenjata terdengar jelas, membagikan momen pada saat dirinya turun perang melawan penjajah di wilayah Kota Bekasi.

"Guru Engkong itu Kiai Noer Ali," kata Usman saat memulai cerita ketika berbincang, Selasa 17 Agustus 2022.

Usman mulai bercerita, bahwa dirinya dahulu merupakan santri yang pengikut pahlawan nasional asal Bekasi KH Noer Ali, dan awalnya ia hanya murid yang belajar agama.

Guru yang pada saat itu merupakan Komandan Hizbullah, membuat panggilan jiwa nasionalis melawan tentara sekutu timbul dari dalam dirinya.

Sumber: