Sosialisasikan PMT Dari Singkong untuk Ibu Hamil KEK, Dosen UEU Gelar Pengabdian Masyarakat

Sosialisasikan PMT Dari Singkong untuk Ibu Hamil KEK, Dosen UEU Gelar Pengabdian Masyarakat

Sosialisasi PMT untuk Ibu Hamil KEK, Foto: Esaunggul.ac.id--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Masalah kesehatan ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia.Hal ini disebabkan karena masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yang diakibatkan olehfaktor medis tertentu.

Target Sustainable Development Goals (SDGs) adalah diharapkan AKIturun di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Untuk Itu, Dosen Universitas Esa Unggul yang terdiri dari Harna, S.Gz, M.Si, Dr. Rahmwati,S.T, M.Si, Prita Dhyani Swami Laksita, Sp, M,S dan beserta mahasiswa Universitas Esa Unggul menggelar Pengabdian Masyarakat (PKM).

Sosialisasi ini mengambil tajuk "Kelompok Bidan dalam Mengatasi Kurang Energi Kronis Berbasis Edupad Di Puskesmas Parung Panjang Kabupaten Bogor", Senin 15 Agustus 2022.

Salah satu dosen yang ikut dalam pengabdian masyarakat ini yakni Harna mengatakan PKM ini dihadiri oleh 26 bidan dan kader.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pemberian materi terkait cara pengolahan singkong pasca panen yang dibawakan oleh Dr. Rahmwati,S.T, M.Si.

Kemudian dilanjutkan materi terkait makanan sehat dan alami untuk ibu hamil oleh ibu Prita Dhyani Swami Laksita, Sp, M,Si, pemutaran video pembuatan tepung mocaf dari singkong, demo masak pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Biskuit oleh ibu Harna, S.Gz, M.Si.

“Status gizi ibu selama proses kehamilan berpengaruh terhadap  keberlangsungan dan keberhasilan proses kehamilan. Peranan kecukupan zat gizi sangat penting bagi ibu hamil, mulai dari trimester pertama hingga trimester tiga," jelas Harna.

"Asupan zat gizi yang tidak adekuat berkaitan dengan masalah gizi pada ibu hamil. Salah satu masalah gizi pada ibu hamil yaitu Kekurangan Energi Kronis (KEK),” sambungnya.

Harna pun menjelaskan (KEK). KEK merupakan salah satu masalah kurang gizi yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan kekurangan energi dalam waktu yang cukup lama.

Ibu hamil yang beresiko mengalami masalah KEK dapat terlihat dari pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) yaitu < 23.5 cm.  Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar, oleh sebab itu pada masa ini memerlukan perhatian khusus.

“Ibu hamil membutuhkan makanan yang bergizi dan seimbang. Apabila status gizi ibu hamil sebelum dan selama kehamilan normal makan  kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dan berat badan yang normal".

"Salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting dalam mengatasi KEK adalah bidan dan kader. Sehingga dianggap perlu untuk melakukan peningkatan pengetahuan terhadap bidan dan kader terkait pencegahan anemia. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu pelatihan pembuatan PMT untuk ibu hamil KEK berbasis pangan lokal singkong,” tambahnya.

Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk membuat PMT sendiri menggunakan alat dan bahan yang disediakan oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan samapi selesai, dibuktikan dengan para peserta aktif dalam diskusi.

Sumber: