Tarik Paksa Masker Anggota Paspampres, Gibran Dinilai Arogan: Sama Saja Mempermalukan Lembaga Kepresidenan

Tarik Paksa Masker Anggota Paspampres, Gibran Dinilai Arogan: Sama Saja Mempermalukan Lembaga Kepresidenan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming copot masker oknum Paspampres.-Screenshot YouTube/Berita Surakarta-

JAKARTA, FIN.CO.ID- Aktivis gerakan koperasi, Zulfery Yusal Koto atau Ferry Koto mengkritik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang menarik masker anggota Paspampres ketika sedang meminta maaf atas peristiwa pemukulan terhadap warga Solo. 

Ferry Koto menilai, tindakan Gibran yang menarik masker anggota Paspampres itu sebagai tindakan yang arogan. 

Dia menanyakan pengawalan paspampres sebelum terjadi pemukulan warga Solo. 

(BACA JUGA:Oknum Paspampres Pukul Sopir Truk, Gibran: Ini Belum Selesai, Saya Enggak Terima Warga Saya Digituin)

(BACA JUGA:Viral Video Copot Masker Oknum Paspampres Minta Maaf Dikritik, Gibran Beri Tanggapan Tak Terduga)

"Itu Paspampres yang mengawal sampeyan sebagai anak Presiden, atau Paspampres yang kawal Presiden atau Wapres? Tindakan melindungi warga sudah benar. Top. Namun, jangan  sampai ikut arogan. Paspampres itu ada atasannya, dan atasannya bukan Mas Gibran pasti," tulis Fery Koto di akun Twitter pribadinya, dikutip Sabtu 13 Agustus 2022.

Ferry Koto menilai, selain arogan, Gibran juga membuka paksa masker paspampres itu menyalahi aturan protokol kesehatan. 

"Lagipula, membuka masker orang dengan paksa itu juga pelanggaran. Melanggar hak-haknya yang sudah taat mematuhi protokol kesehatan," katanya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan, militer itu ada hukumnya tersendiri. Jika ada pelanggaran serahkan ke militer, atasannya langsung.

(BACA JUGA:Oknum Paspampres Pukul Warga Solo, Gibran Dengan Tegas: Bagi Saya Belum Selesai)

(BACA JUGA:Gibran Kasih Keris ke Dream Theater, Karena Mereka Legenda)

"Semoga pak Wali lebih bijak, ndak emosional ke depan," tuturnya. 

Dia berujar, andai saja Gibran bukan seorang anak Presiden, maka melepas paksa masker seorang paspampres itu akan berbuntut panjang. 

"Sama saja mempermalukan lembaga Kepresidenan sebagai tempat penugasan. Oknum Paspampres-nya memang salah. Tapi jangan juga diperlakukan begitu," katanya lagi. 

Sumber: