IHSG 2 Agustus 2022 Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Deretan Saham yang Direkomendasikan Analis Hari Ini

IHSG 2 Agustus 2022 Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Deretan Saham yang Direkomendasikan Analis Hari Ini

Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)-Isaak Ramdhani-FIN.CO.ID

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Laju Indeks Harga Saham Gabungan / IHSG 2 Agustus 2022 berpeluang lanjut menguat  untuk menuju resistance 7.108, setelah kemarin mampu bertahan di teritori positif dan ditutup menguat 0,25 persen ke level 6.969.

"IHSG 2 Agustus 2022 berpeluang lanjut menguat karena IHSG masih berpeluang memperpanjang struktur Wave [x] menuju resistance berikutnya di level 7.108, selama IHSG berada di atas support intraday di level 6.925," kata analis c, Ivan Rosanova, dalam riset harian untuk perdagangan Selasa 2 Agustus 2022.

(BACA JUGA:Kurs Rupiah 1 Agustus 2022 Berpeluang Menguat, Menyusul Agresivitas The Fed yang Diprediksi Mereda)

Dia menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support di level 6.826, 6.775 dan 6.693, sedangkan level resistance-nya di posisi 7.032, 7.108 dan 7.174. "Berdasarkan indikator, MACD menandakan momentum bullish," ucapnya.

Lebih lanjut Ivan mengatakan, adanya potensi terjadinya penguatan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengoleksi saham ADRO, BBNI, BMRI, INCO dan PGAS.

Proyeksi senada disampaikan analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, yang menyatakan bahwa pergerakan IHSG akan melanjutkan tren penguatan jangka pendek, meski dibayangi sentimen terkait suku bunga di Australia dan industri hasil tembakau Indonesia.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi untuk menguat terbatas, dengan rentang pergerakan di level 6.939-7.050," kata Nico Demus dalam riset harian untuk perdagangan hari ini.

(BACA JUGA:Harga Emas Antam 1 Agustus 2022 Terkoreksi Rp2.000 Per Gram Jadi Segini)

Tetapi, ujar Nico Demus, IHSG juga berpeluang untuk bergerak menurun yang dipengaruhi sentimen terkait kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan.

Dia menambahkan, saat ini pelaku pasar sedang mencermati kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA) yang dimungkinkan kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, dalam upaya menekan inflasi yang sudah mencapai 5,4 persen.

Dari dalam negeri, kata Nico Demus, terdapat sentimen terkait rencana pemerintah yang akan melakukan perubahan PP No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Untuk perdagangan saham hari ini, menurut dia, Pilarmas Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar agar mencermati pergerakan harga saham PGAS, AGRO dan TLKM. 

Sumber: