Analis: Hingga Akhir Tahun IHSG Bisa Tembus 7.200

Analis: Hingga Akhir Tahun IHSG Bisa Tembus 7.200

Ilustrasi - Grafik pergerakan IHSG -Photo by energepic.com -Pexels

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Direktur Equator Swarna Investama Hans Kwee memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir tahun 2022 bisa saja mencapai level 7.100 - 7.200. 

Hal itu mungkin saja terjadi karena hingga akhir Juli 2022 saja, IHSG sudah menguat 5,62 persen. 

(BACA JUGA:Telkom Akan Hadirkan Metaverse Mall di Digiland 2022 )

Sebagaimana diketahui, IHSG pada Jumat 29 Juli 2022 ditutup pada level 6.951,12. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 5,62 persen dibandingkan penutupan 30 Desember 2021 yang berakhir pada level 6.581,48.

Hans Kwee memperkirakan IHSG mungkin masih akan fluktuatif pada Kuartal III-2022. Namun pada Kuartal IV-2022, IHSG akan lebih stabil bergerak naik. 

"Karena inflasi AS diprediksi mulai menurun. Sehingga Federal Reserve diprediksi akan mulai melandai dalam menaikkan suku bunga acuan," kata Hans di Jakarta, Senin 1 Agustus 2022. 

The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis points (bps) ke kisaran 2,25 persen-2,5 persen, Kamis pekan lalu. 

(BACA JUGA:Mau Uji Adrenalin? Jembatan Kaca 120 Meter Sedang Dibangun di TN Bromo-Tengger-Semeru, Tunggu Tanggal Mainnya!)

Kenaikan suku bunga acuan ini terjadi untuk keempat kalinya sejak awal tahun. Jika diakumulasikan, kenaikan suku bunga The Fed telah mencapai 225 bps selama periode Januari-Juli 2022.

The Fed mengungkapkan, indikator pengeluaran dan produksi di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah melunak. 

Permintaan tenaga kerja di AS juga dilaporkan masih tinggi, sementara angka pengangguran tetap rendah dalam beberapa bulan terakhir.

Namun laju inflasi di AS tetap tinggi, mencerminkan adanya ketidakseimbangan penawaran dan permintaan, terutama karena lonjakan harga pangan dan energi yang memicu kenaikan harga lebih luas.

(BACA JUGA:Kementerian PUPR Rehabilitasi Benteng Pendem Van Den Bosch Peninggalan VOC di Ngawi)

"Selain itu pembukaan blokade di Laut Hitam akan berdampak positif mengurangi resiko krisis energi dan krisis pangan dunia," ujar Hans.

Sumber: