Tim Medis yang Terlibat dalam Kematian Maradona Bakal Diadili

Lionel Messi dan Maradona, Image Credit: @leomessi/Instagram--

 

JAKARTA, FIN.CO.ID - Seorang hakim di Argentina baru saja memutuskan bahwa delapan tenaga medis yang terlibat dalam perawatan mendiang Diego Maradona, akan dihadapkan pada pengadilan publik atas tuduhan kelalaian berujung kematian.

 

Adalah ahli bedah otak berinisial LL, dan seorang psikiater AC, adalah beberapa nama yang dimaksud, demikian seperti dilaporkan MARCA.

.

 

Sidang ini menurut media Spanyol itu, baru akan dilangsungkan secepatnya di akhir 2023, atau selambat-lambatnya pada awal 2024.

(BACA JUGA:Cetak Rekor Dunia, Kaos Gol 'Tangan Tuhan' Mendiang Maradona Dilelang Laku 128 Miliar Rupiah)

 

Para terdakwa dituduh telah gagal merawat legenda sepak bola Argentina itu, saat menjalani proses pemulihan pasca operasi, yang lalu berujung pada hilangnya nyawa pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ itu.

 

Seperti diketahui, Maradona menghembuskan napas terakhirnya pada 25 November 2020, kala itu dirinya berusia 60 tahun.

 

Beberapa saat setelah kematian Maradona, jaksa di Argentina pun mulai melakukan penyelidikan beberapa tenaga medis yang sempat terlibat dalam perawatan eks bintang Napoli dan Barcelona itu.  

 

Dan tahun lalu, dewan medis yang ditunjuk untuk melakukan investigasi menemukan bahwa tim medis Maradona, telah bertindak lalai dalam menjalani tugas mereka.

 

Maradona menurut dewan medis itu, diyakini masih mampu bertahan hidup, jika saja mendapatkan perawatan yang memadai dan dengan dukungan fasilitas medis yang mumpuni.

...

 

Dalam laporan kematiannya, Maradona disebut meninggal secara alami, namun bertolak belakang dengan apa yang ditemukan pengadilan Argentina.

 

Penyelidikan kasus kematian Maradona ini sendiri, menurut MARCA, adalah atas permintaan pihak keluarga yang ditinggalkan.

 

Sebelumnya, Diego Armando Maradona, ditemukan tak bernyawa di sebuah kediaman San Andres, Buenos Aires.

 

Pemilik nomor punggung 10 itu dilaporkan terkena serangan jantung, pada hari Rabu (25/11/2020) waktu setempat.

 

Sebelum kejadian, eks pelatih Timnas Argentina itu dilaporkan sempat menjalani operasi otak, di awal November itu

 

Oleh tim dokter yang menangani opeasinya, ia dinyatkaan sukses melewati masa kritisnya.

Topik:
Sumber :

BERITA TERKAIT