Harga Minyak Menguat, Imbas Kenaikan Permintaan BBM Pada Musim Panas

Harga Minyak Menguat, Imbas Kenaikan Permintaan BBM Pada Musim Panas

Ilustrasi - Pergerakan harga minyak dunia-Pexels - Pixabay-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Harga minyak menguat, Selasa, terimbas tingginya permintaan bahan bakar sepanjang musim panas. Di sisi lain, pasokan minyak tetap ketat akibat sanksi terhadap minyak Rusia setelah menginvasi Ukraina.

Mengutip laporan  Reuters,  di Houston, Selasa 21 Juni 2022 atau Rabu 22 Juni 2022 pagi WIB, harga minyak menguat, khususnya untuk mentah berjangka Brent, patokan internasional yang ditutup naik 52 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD114,65 per barel. 

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli berakhir Selasa, ditutup melonjak USD1,09 atau 1 persen menjadi USD110,65 per barel.  Kontrak Agustus yang lebih aktif melesat USD1,53 menjadi USD109,52.

Kedua patokan itu membukukan kerugian mingguan pekan lalu. Bagi WTI itu adalah kerugian mingguan pertama dalam delapan pekan, dan untuk Brent yang pertama dalam lima minggu.

"Kita memiliki beberapa orang yang melompat ke sini untuk melakukan pembelian saat harga berada di bagian bawah, atau apa yang mereka harapkan adalah bagian bawah pasar," kata Robert Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Pergerakan rata-rata 50 hari (MA50) minyak berjangka  front-month  WTI menyentuh level tertinggi sejak 2008, dan Brent mencapai tingkat tertinggi sejak 2013.

Harga mendapat dukungan ketika Chief Executive Exxon Mobil Corp, Darren Woods, memperkirakan tiga sampai lima tahun pasar minyak cukup ketat.

Kepala Vitol, Russell Hardy, menandai kurangnya investasi dan penurunan kapasitas produksi untuk minyak mentah dan situasi penyulingan yang ketat.

Di sisi permintaan, analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan meski ada kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi, data terus menunjukkan permintaan minyak yang solid.

"Kami memperkirakan permintaan minyak akan meningkat lebih lanjut, diuntungkan dari pembukaan kembali China, perjalanan musim panas di belahan bumi utara dan cuaca yang semakin hangat di Timur Tengah. Dengan pertumbuhan pasokan yang tertinggal dari pertumbuhan permintaan selama beberapa bulan mendatang, kami terus memperkirakan harga minyak yang lebih tinggi," kata dia.

Gedung Putih meminta CEO enam perusahaan minyak untuk bertemu, Kamis, guna membahas cara-cara untuk mengurangi lonjakan harga energi.

Senin, Presiden AS Joe Biden mengatakan keputusan apakah akan menghentikan sementara pajak bensin federal bisa diumumkan pekan ini. Amerika Serikat juga sedang dalam pembicaraan dengan Kanada dan sekutu lainnya untuk lebih membatasi pendapatan energi Moskow dengan memberlakukan batasan harga pada minyak Rusia, tutur Menteri Keuangan Janet Yellen, Senin.

Pasar telah didukung oleh kecemasan pasokan setelah sanksi atas pengiriman minyak dari Rusia, eksportir minyak terbesar kedua di dunia, dan kekhawatiran output Rusia bisa turun karena sanksi pada peralatan yang dibutuhkan untuk produksi.

"Kekhawatiran pasokan tidak mungkin mereda kecuali ada resolusi untuk perang Rusia-Ukraina, atau kecuali kita melihat peningkatan tajam dalam pasokan, baik dari AS atau OPEC ," kata Madhavi Mehta, analis Kotak Securities.

Sumber: