Ragam

Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK

IPC TPK menerima kunjungan Danantara untuk meninjau kesiapan operasional dan digitalisasi sistem guna meningkatkan efisiensi layanan terminal peti kemas.

Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK
IPC TPK menerima kunjungan Danantara untuk meninjau kesiapan operasional dan digitalisasi sistem guna meningkatkan efisiensi layanan terminal peti kemas.

fin.co.id - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kerja Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, di fasilitas Integrated Planning & Control Room IPC TPK, Rabu (4/11). Kunjungan ini merupakan bagian dari peninjauan kesiapan fasilitas operasional, sistem perencanaan, serta mekanisme pengendalian aktivitas bongkar muat guna memastikan operasional terminal berjalan secara efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam kunjungan tersebut, IPC TPK memaparkan secara langsung implementasi sistem perencanaan dan pengendalian operasional yang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan terminal peti kemas.

"Kunjungan ini menjadi momentum bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana sistem perencanaan dan pengendalian operasional dijalankan secara terintegrasi. Melalui Integrated Planning & Control Room, seluruh aktivitas operasional terminal dipantau dan dikoordinasikan secara terpusat, mulai dari perencanaan kegiatan bongkar muat, pergerakan alat, hingga pengaturan sumber daya operasional. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menjaga efektivitas, akurasi, dan produktivitas layanan," ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.

Sebagai pusat kendali operasional, Integrated Planning & Control Room memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan proses perencanaan dan eksekusi kegiatan bongkar muat. Melalui dukungan sistem digitalisasi, fasilitas ini memungkinkan pemantauan aktivitas terminal secara menyeluruh, termasuk pengaturan pergerakan alat bongkar muat, alokasi lapangan penumpukan, serta koordinasi tenaga kerja operasional.

Peninjauan juga mencakup alur layanan operasional dari hulu hingga hilir untuk memastikan setiap tahapan proses berjalan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku. Konsistensi dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas terminal, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, serta menekan waktu sandar kapal (port stay) dan waktu inap peti kemas (cargo stay).

"Melalui penguatan sistem perencanaan dan pengendalian yang didukung digitalisasi, IPC TPK terus berupaya memastikan setiap proses operasional berjalan semakin terukur, efisien, dan andal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga standar kinerja operasional terminal peti kemas guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional," tutup Daniel.

Berita Terkait