Ragam . 29/10/2026, 21:31 WIB

TelkomGroup Dorong Kolaborasi AI Data Center untuk Memperkuat Infrastruktur Digital AI-Ready Indonesia

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan operating company PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), dan mitra pengelola kawasan industri terpadu mendorong pengembangan National AI Data Center Hub dengan pendekatan berbasis kawasan industri.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara NeutraDC dan pengelola kawasan industri terpadu, serta Telkom dan PLN yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Momentum kolaborasi ini diumumkan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Jakarta. DTIIF merupakan flagship platform Danantara Indonesia yang mempertemukan BUMN, technology leaders, strategic partners, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong emerging technologies menuju industrial application, strategic collaboration, technology deployment, dan peluang investasi. AI, Digital Infrastructure & Telecommunications juga menjadi salah satu area fokus utama DTIIF 2026.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Irwan Rei, mengatakan, “Pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan capability yang berbeda namun saling melengkapi.

Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional.”

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Pengembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan aplikasi, tetapi juga fondasi infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan komputasi dalam skala besar. Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin menghubungkan capability data center dan konektivitas dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, dan cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia secara lebih terintegrasi.”

Inisiatif strategis ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur data center seiring adopsi AI yang semakin luas. Beban kerja AI membutuhkan daya listrik, sistem pendingin, dan konektivitas dalam skala lebih besar dibandingkan data center konvensional. Kondisi ini menjadikan kesiapan lahan, pasokan listrik yang andal, dan dukungan utilitas sebagai faktor penting dalam pengembangan infrastruktur AI.

Pendekatan berbasis kawasan industri dipilih karena kawasan industri terpadu menyediakan kesiapan lahan, utilitas, akses logistik, dan tata ruang yang tertata dalam satu ekosistem. Dengan model ini, pengembangan data center dapat direncanakan sejak awal bersama kesiapan pasokan energi dan konektivitas, tidak dibangun secara terpisah. Dalam National Sovereign Technology Roadmap Telkom, pendekatan ini diarahkan untuk mendukung terbentuknya National AI Data Center Hub dan Sovereign AI Infrastructure.

Setiap pihak membawa kapabilitas yang saling melengkapi dari hulu ke hilir. Pengelola kawasan industri terpadu membawa pengalaman pengelolaan kawasan, termasuk kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung. PLN mendukung pasokan listrik, kesiapan jaringan, dan keandalan daya yang menjadi syarat utama data center berskala besar. TelkomGroup melalui NeutraDC membawa keahlian membangun dan mengoperasikan data center, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi.

Danantara Indonesia berperan dalam memperkuat strategic alignment, ecosystem orchestration, cross-BUMN adoption, serta membuka ruang koordinasi investasi dan pengembangan demand sehingga capability yang dibangun memiliki jalur pemanfaatan yang relevan.

Sejalam, Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui penyediaan pasokan listrik yang andal. Seiring pesatnya transformasi digital, kebutuhan listrik sektor data center diproyeksikan terus meningkat.

“Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, namun juga andal dan stabil. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability,” tutup Suroso.

Kolaborasi National AI Data Center Hub tersebut menggunakan pendekatan ecosystem-based, di mana masing-masing pihak tetap menjalankan perannya sesuai kompetensi dan tata kelola masing-masing. Pengumuman pada DTIIF merepresentasikan strategic intent dan ecosystem alignment, serta tidak dengan sendirinya membentuk komitmen definitif terkait nilai investasi, kapasitas pembangunan, technology architecture, deployment, maupun model komersial tertentu.

Pembahasan lebih lanjut mengenai lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme implementasi akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Apabila tercapai kesepakatan, detail tersebut akan dituangkan dalam perjanjian definitif sesuai tata kelola masing-masing perusahaan dan institusi.

Melalui kolaborasi ini, Danantara Indonesia dan TelkomGroup bersama PLN serta mitra pengelola kawasan industri terpadu berupaya mempertemukan infrastruktur, energi, data center, cloud, artificial intelligence, dan ecosystem orchestration dalam satu strategic collaboration framework untuk memperkuat fondasi pengembangan AI dan sovereign digital infrastructure Indonesia.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id