Ragam . 27/10/2026, 08:11 WIB

Butuh 5,5 Juta Tenaga untuk Proyek PLTS 100 GWp, ITPLN Siapkan Lulusan Terampil

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Institut Teknologi PLN (ITPLN) memastikan akan menyiapkan talenta terampil untuk menyukseskan transisi energi di tanah air, salah satunya program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp).

Dalam Podcast ET Talk ITPLN yang dipandu langsung oleh Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengungkapkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam program PLTS 100 GWp itu.

"Tadi saya sampaikan bahwa ITPLN mendeclair sebagai perguruan tinggi transisi energi yang salah satu fokus kami tentang PLTS. Bahkan PLTS terbaru, yang dua muka itu juga kami telah punya. Buat sahabat energi, program PLTS 100 GWp itu butuh 5,5 juta talenta terampil dalam 3 tahun ke depan, itu challenge buat kita semua," ujar Iwa Garniwa di Jakarta, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Dia menegaskan, ITPLN harus mengambil peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri energi surya. Terlebih, ucapnya, saat ini baru sekitar 10 ribu tenaga kerja yang terserap di industri energi Surya di tanah air.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari mengatakan, kebutuhan 5,5 juta tenaga kerja tersebut mencakup sekitar 3,5 juta pekerja di sektor manufaktur dan 2 juta pekerja lapangan. Besarnya kebutuhan itu menunjukkan bahwa pengembangan PLTS harus diikuti percepatan penyiapan tenaga kerja kompeten.

Menurut Mada, kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan SDM menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Apalagi, ucapnya, perkembangan teknologi energi surya berlangsung cepat sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak bisa ditunda.

“PLTS ini sifatnya multidisiplin. Bukan hanya membutuhkan lulusan teknik elektro, sistem energi, atau teknik tenaga listrik, tetapi juga bidang hukum, keuangan, manajemen, hingga pengembangan masyarakat,” kata Mada menegaskan.

Ia menjelaskan, pembangunan PLTS membutuhkan tenaga kerja untuk berbagai tahapan, mulai dari instalasi dan konstruksi hingga pengelolaan proyek. Selain kompetensi teknis, industri juga memerlukan tenaga manajerial yang memahami karakteristik investasi dan operasional pembangkit energi surya.

Mada menilai, ketersediaan tenaga kerja lokal pada tingkat manajerial menengah hingga atas masih perlu diperkuat. Dalam sejumlah proyek, investor asing masih membawa tenaga ahli sendiri untuk memastikan investasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Karena itu, AESI mendorong penerapan alih pengetahuan dan transfer teknologi agar tenaga kerja Indonesia dapat menguasai kompetensi yang dibutuhkan industri. Penggunaan tenaga kerja asing, menurut Mada, perlu mempertimbangkan ketersediaan kompetensi lokal sekaligus memastikan terjadinya transfer pengetahuan apabila keahlian tertentu masih terbatas di dalam negeri.

“Kami yakin kemampuan tenaga kerja lokal ada. Namun, jumlahnya belum banyak sehingga kemampuan tersebut belum bisa direplikasi dalam skala besar,” imbuhnya.

Untuk mempersempit kesenjangan tersebut, pihaknya menjalankan program AESI Goes to Campus guna memperkenalkan kebutuhan kompetensi industri PLTS kepada mahasiswa. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang teknologi surya, tetapi juga membuka wawasan mengenai beragam peluang karier di sektor energi bersih.

Mada menekankan, pengembangan tenaga kerja transisi energi juga perlu melibatkan masyarakat. Penerimaan warga terhadap pembangunan pembangkit baru dan kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari keberhasilan proyek.

“Prinsipnya, transisi energi harus memastikan no one left behind. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses ini,” tegasnya.

ITPLN dan AESI menilai kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, serta industri diperlukan untuk memastikan kesiapan tenaga kerja sebelum proyek-proyek PLTS berkembang dalam skala besar. Dengan kebutuhan yang diproyeksikan mencapai jutaan orang, pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan, dan penguatan kerja sama industri menjadi faktor penting untuk mendukung target pengembangan energi surya nasional.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id