Ragam

Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN

Institut Teknologi PLN (ITPLN) mendorong perluasan riset dan inovasi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan prototipe, produk, hingga peluang bisnis.

Transisi Energi Jadi Peluang Emas Riset Mahasiswa ITPLN

fin.co.id - Institut Teknologi PLN (ITPLN) mendorong perluasan riset dan inovasi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan prototipe, produk, hingga peluang bisnis, bahkan perusahaan rintisan atau startup. Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan, penelitian perguruan tinggi harus berangkat dari kebutuhan industri dan mampu menjawab persoalan nyata dalam transisi energi.

"Peralihan dari energi fosil menuju energi nonfosil bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia, budaya, dan penerimaan masyarakat," ujar Iwa saat membuka Kuliah Ahli Riset dan Inovasi, Senin, 26 Oktober 2026.

Diakuinya, forum yang menghadirkan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh dan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Guru Besar Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Johni Numberi itu menyelaraskan agenda riset ITPLN dengan kebutuhan PLN Group dan arah kebijakan energi nasional menuju net zero emission. Dia menegaskan, ITPLN perlu memperkuat kolaborasi dengan industri sekaligus membangun riset terapan yang menghasilkan solusi.

“Dulu kita diajarkan bagaimana cara membakar batu bara seefisien mungkin. Hari ini kita ditantang bagaimana cara meninggalkannya seadil mungkin,” ucapnya.

Sementara itu, GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh mengatakan, pihaknya bertugas mengintegrasikan kebutuhan riset di seluruh rantai bisnis PLN, mulai dari energi primer, pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelanggan. Riset diarahkan untuk mendukung efisiensi dan produktivitas PLN, pelaksanaan RUPTL 2025–2034, hingga program PLTS 100 gigawatt-peak (GWp).

"Hasil penelitian harus melampaui laporan dan jurnal ilmiah, dengan menghasilkan model, desain, prototipe, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diuji dan diterapkan," tegasnya.

Soleh mencontohkan pengembangan energi hijau di Pulau Renggit, Belitung dengan PLTS, Baterai hingga ekosistem hidrogen sebagai salah satu upaya menguji solusi energi masa depan. PLN Puslitbang, kata dia, membuka peluang kolaborasi dengan sivitas akademika ITPLN untuk mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi perusahaan maupun masyarakat.

Sementara itu, Anggota DEN, Johni Numberi menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, lembaga keuangan, dan pengguna energi dalam mempercepat transisi energi. Ia mengingatkan bahwa tantangannya mencakup aspek ekonomi, teknologi, infrastruktur, pendanaan, keseimbangan pasokan dan permintaan, serta kesiapan sumber daya manusia.

Melalui kuliah ahli ini, ITPLN berharap lahir agenda riset bersama yang solutif, teruji, dan mampu memperkuat kontribusi kampus terhadap transformasi energi nasional. (*)

Berita Terkait