Half Time
Oleh: Dahlan Iskan: Banyak pengusaha yang berani ambil risiko karena taruhannya hanyalah nasibnya sendiri. Beda dengan Presiden Prabowo Subianto. Sangat bernyali.
Oleh: Dahlan Iskan
Banyak pengusaha yang berani ambil risiko karena taruhannya hanyalah nasibnya sendiri. Beda dengan Presiden Prabowo Subianto. Sangat bernyali. Berani. Sangat berani. Padahal taruhannya bangsa.
Itu tecermin dari pidatonya di pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Rabu kemarin. Presiden seperti meluapkan perasaan terdalamnya.
"Kita ini terus dihadang. Iya kan. Ada apa itu? Macam-macamlah MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita," ucap Prabowo.
Anda sudah tahu mengapa kalimat itu diucapkan: gara-gara pengumuman lembaga rating di New York itu harga saham di Bursa Efek Indonesia nyungsep 11,7 persen Jumat 12 lalu. Turun 3 persen lagi Seninnya.
MSCI memang sedang mempertimbangkan untuk menurunkan rating BEI dua tingkat sekaligus. Langsung ke tingkat terendah: standalone. Meski keputusan finalnya baru diumumkan Juni tahun depan tapi investor saham asing langsung jual, jual, jual.
Banyak yang mengira presiden akan marah ke BEI: mengapa tidak cepat mereformasi diri agar tidak ada sanksi dari MSCI. Ternyata reaksi Prabowo yang ditunjukkan ke publik justru seperti menantang balik MSCI.
Memang nyungsep-nya harga saham di BEI itu sangat menampar: terjadi di sekitar ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo dan ulang tahun kedua pemerintahannya. Begitu kesalnya presiden sampai menyebut langsung nama MSCI –berkali-kali pula. Langka ada level presiden melakukan tembak langsung seperti itu.
"Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!"
Luar biasa bernyalinya. Sidang kabinet sendiri diadakan tepat di hari ulang tahun kedua pemerintah Prabowo.
Baca Juga
"Kita tidak takut. Kita punya kekuatan. Kita punya keberanian. Dan kita rela berkorban. Kita tidak mengenal menyerah."
Kata ''kita rela berkorban'' mungkin punya maksud agar rakyat harus siap menghadapi akibat ekonomi lanjutannya. Belum tahu apa yang terjadi setelah tantangan balik dari Presiden Prabowo. Yang jelas kita harus siap rela berkorban.
Kita rela berkorban apa? Apa saja.
Siapa yang dimaksud ''kita''? Seluruh rakyat?
Bahwa kita rela berkorban bisa digerakkan. Pun bahwa kita punya keberanian –kita pemberani. Tapi bahwa kita sudah punya kekuatan saya berpikir agak panjang: kekuatan apa yang telah kita punya yang bisa kita pakai melawan?