Laba Hutama Karya Naik 6,3% hingga Kuartal III 2026, Jalan Tol Jadi Mesin Pertumbuhan
Laba Hutama Karya naik 6,3% hingga kuartal III 2026. Pendapatan tol tumbuh 12,4% dan rasio utang terjaga.
fin.co.id - PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,30% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga triwulan III 2026. Di tengah pertumbuhan pendapatan yang masih moderat, perusahaan konstruksi pelat merah ini berhasil menjaga profitabilitas melalui peningkatan pendapatan operasional jalan tol, pengendalian beban usaha, dan efisiensi biaya keuangan.
Dalam periode yang sama, pendapatan usaha Hutama Karya tumbuh 2,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat efisiensi dan menjaga kesehatan keuangan di tengah penugasan pembangunan infrastruktur strategis.
Manajemen memaparkan kinerja tersebut dalam Rapat Koordinasi Triwulan III Hutama Karya di Jakarta, Rabu (21/10).
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan perusahaan terus menjaga disiplin keuangan meskipun pertumbuhan pendapatan belum terlalu tinggi. Menurutnya, pengendalian beban usaha dan efisiensi beban bunga menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan laba bersih.
"Pendapatan kami tumbuh moderat, tetapi beban usaha tetap terjaga dan beban bunga lebih efisien. Laba bersih tahunan kami juga meningkat sejak 2023 hingga 2025, dan tahun ini tren itu berlanjut," ujarnya.
Kinerja tersebut menjadi modal penting bagi Hutama Karya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur nasional tanpa mengabaikan kondisi keuangan perusahaan. Sebagai BUMN yang mengemban penugasan negara, perusahaan harus menjaga keseimbangan antara penyelesaian proyek strategis dan keberlanjutan bisnis.
Capaian ini juga sejalan dengan agenda 2 Tahun Gerak Nyata pemerintahan yang mendorong BUMN tumbuh sehat dan menguntungkan. Dengan demikian, aset negara diharapkan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung Asta Cita, khususnya dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Operasional Jalan Tol Jadi Mesin Pertumbuhan Hutama Karya
Salah satu pendorong utama kinerja Hutama Karya berasal dari bisnis operasional jalan tol. Hingga triwulan III 2026, pendapatan dari segmen ini tumbuh 12,4% secara tahunan, jauh melampaui pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan yang mencapai 2,70%.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan pentingnya bisnis jalan tol dalam memperkuat sumber pendapatan perusahaan. Berbeda dengan jasa konstruksi yang bergantung pada perolehan kontrak dan siklus pengerjaan proyek, operasional jalan tol menghasilkan pendapatan rutin selama masa konsesi berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas.
Koentjoro menjelaskan bahwa jasa konstruksi tetap menjadi inti bisnis Hutama Karya. Namun, perusahaan juga terus mengembangkan operasional jalan tol agar memiliki sumber pendapatan yang lebih seimbang dan arus kas yang lebih terprediksi.
Baca Juga
"Kami membangun jalan tol, lalu mengoperasikannya. Bisnis jasa konstruksi tetap menjadi inti usaha kami," ujar Koentjoro.
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi sumber utama pendapatan operasional jalan tol Hutama Karya. Bersama anak usahanya, perusahaan kini mengoperasikan ruas JTTS sepanjang 847 kilometer.
Sepanjang Semester I 2026, lalu lintas JTTS mencapai 17 juta kendaraan. Bahkan, rata-rata lalu lintas harian melampaui target perusahaan. Kondisi ini didukung oleh bertambahnya ruas tol yang beroperasi, meningkatnya konektivitas kawasan industri dan pelabuhan, serta semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan jalan tol.
Di luar Sumatra, Hutama Karya juga mengoperasikan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi S (JORR-S) sepanjang 14,3 kilometer dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) sepanjang 11,4 kilometer.