Ragam . 20/10/2026, 14:02 WIB
fin.co.id - PLN Indonesia Power mengungkap potensi 1,7 juta green jobs atau lapangan kerja profesional dari pengembangan proyek transisi energi di Indonesia dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Untuk itu, pihaknya menantang mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) agar bisa mengisi peluang ini dengan baik.
Terlebih, ucapnya, peluang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari energi surya, angin, panas bumi, sistem penyimpanan baterai, hingga nuklir.
"Ini harus diimbangi dengan kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan kepemimpinan, serta kecakapan beradaptasi dengan kebutuhan industri," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah saat INPOWER TALKS bertema Powering Ideas, Empowering Future Leaders, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam acara yang digelar Bagian Pengembangan Karir dan Alumni ITPLN itu,Julita menjelaskan, pengembangan pembangkit listrik dalam satu dekade mendatang membuka ruang bagi lulusan ITPLN untuk mengambil peran dalam berbagai proyek energi. Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi milik lulusan yang hanya mengandalkan ijazah tanpa memperkuat kompetensi.
“Transisi energi membuka peluang kerja besar. Ini diperkirakan menyerap 1,7 juta tenaga kerja profesional. Artinya, bukan tenaga kerja kasar, tetapi tenaga profesional,” kata Julita.
Menurut dia, kebutuhan talenta ahli akan semakin beragam seiring berkembangnya teknologi pembangkitan dan sistem kelistrikan. Maka, lanjutnya, mahasiswa ITPLN perlu menentukan bidang yang ingin ditekuni sejak masih kuliah agar memiliki waktu untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
Julita memaparkan sejumlah bidang yang berpotensi membutuhkan tenaga profesional, antara lain operasi dan pemeliharaan pembangkit, tenaga angin, integrasi sistem dan baterai, panas bumi, hidrogen, co-firing, serta energi nuklir.
Dia mencontohkan, bidang tenaga angin diperkirakan membutuhkan sekitar 5.000 tenaga profesional spesialis. Sementara itu, kebutuhan talenta terampil untuk integrasi sistem dan baterai diperkirakan mencapai 3.000 orang, sedangkan panas bumi sekitar 1.500 orang.
Angka tersebut menggambarkan beragamnya kebutuhan kompetensi dalam transformasi sektor energi. Meski demikian, mahasiswa perlu memahami bahwa kebutuhan tenaga kerja dapat berubah mengikuti realisasi proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan pemerintah.
Julita juga mengingatkan mahasiswa ITPLN agar tidak hanya berorientasi pada satu jenis pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), misalnya, masih menghadapi kebutuhan penyesuaian teknologi melalui penerapan co-firing dan perubahan jenis bahan bakar.
"Pemahaman terhadap perkembangan teknologi akan membantu lulusan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri, termasuk ketika pembangkit yang sudah beroperasi harus dimodifikasi untuk mendukung transisi energi," jelasnya.
Selain kompetensi teknis, Julita menekankan pentingnya kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ), kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan. Menurut dia, lulusan teknik perlu memiliki kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan, bukan sekadar menguasai teori.
“Life is full of competitiveness. Hidup ini penuh persaingan,” ucapnya saat mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Julita menambahkan, peluang di sektor energi tidak hanya tersedia di lingkungan perusahaan ketenagalistrikan. Setiap proyek pembangkit melibatkan berbagai keahlian dan disiplin ilmu, sehingga lulusan perlu memahami kebutuhan industri secara lebih luas.
Selain Julita, acara ini menghadirkan narasumber lain, yakni Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi (FTBE) ITPLN, Dr. Eri Prabowo, S.T., M.M., M.Kom., IPU., dan dipandu oleh Dr. Andi Makkulau, S.T., M.I.Kom., MT, sebagai moderator. Sejumlah mahasiswa pun antusias mengikuti acara itu hingga tuntas.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id