Ragam

Mentan Amran Motivasi Peserta Leadership Camp UI: Mimpi Besar Harus Dibayar Kerja Keras

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi kepada lebih dari 100 peserta Leadership Camp Universitas Indonesia untuk tidak berhenti pada mimpi dan ambisi.

Mentan Amran Motivasi Peserta Leadership Camp UI: Mimpi Besar Harus Dibayar Kerja Keras

fin.co.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi kepada lebih dari 100 peserta Leadership Camp Universitas Indonesia untuk tidak berhenti pada mimpi dan ambisi, tetapi berani mengambil tindakan nyata. Ia menekankan bahwa kesuksesan dibangun melalui kerja keras, konsistensi, dan ketangguhan menghadapi berbagai tantangan, bukan sekadar mengandalkan kecerdasan atau latar belakang keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi peserta Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) XV yang diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, Senin (19/10). Program ini diikuti Ketua OSIS dari SMA di seluruh Indonesia. Mentan Amran mengajak para pelajar mulai merancang masa depan sejak dini, menetapkan cita-cita besar, dan membangun kemandirian melalui proses yang disiplin.

“Kalau mau sukses, kurangi tidur, belajar minimal 10 jam (sehari). Kemudian, kalau Anda sudah belajar, ini paling penting bukan pintar, tetapi ada adabnya, karakter,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan karakter, kejujuran, dan integritas. Prestasi pendidikan tidak akan menjadi fondasi kesuksesan yang kuat apabila tidak disertai sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

“Kalau kamu sudah tidak jujur, tidak rajin, kamu tidak punya integritas, sudah selesai,” tegasnya.

Mentan Amran juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan latar belakang keluarga, asal daerah, maupun perguruan tinggi sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan melalui kemampuan, kerja keras, dan perjuangannya sendiri.

“Sukses itu tidak mengenal suku, agama, Anda dari perguruan tinggi mana, nenek moyang siapa. Sukses itu tidak mengenal dari mana. Anda sukses karena Anda sendiri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga membagikan pengalaman perjuangan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di desa terpencil. Ia mengisahkan keterbatasan biaya pendidikan yang pernah dihadapinya, termasuk harus berjalan kaki hingga 15 kilometer saat SMA untuk menempuh pendidikan.

Ia juga menceritakan pengalamannya tidur di masjid ketika baru menyelesaikan kuliah. Perjalanan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses membangun daya juang, kemandirian, dan keberanian menghadapi keadaan yang tidak nyaman.

Mentan Amran ingin generasi muda memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Setiap cita-cita membutuhkan pengorbanan, ketekunan, dan kesediaan untuk melewati berbagai kesulitan.

“Beton untuk kaya dan sukses adalah Anda menderita,” ucap Mentan Amran, menggambarkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang yang tidak selalu mudah.

Ia pun mendorong anak muda untuk tidak hanya memiliki mimpi besar, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata. Menurutnya, konsistensi dalam menghadapi kesulitan, tekanan, bahkan hinaan, merupakan bagian dari proses untuk mencapai tujuan.

“Pemuda harus punya gagasan besar, mimpi besar. Bertindak, take action. Berproses, persisten, konsisten dalam kesulitan, penderitaan, hinaan. Kalau Anda menyerah, mengeluh, kamu gagal,” pesannya.

Mentan Amran berharap para pelajar Indonesia Student Leadership Camp XV dapat memanfaatkan masa pendidikan untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, serta menyiapkan diri menjadi generasi muda yang mandiri, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Canggi Pamungkas, pelajar SMA Negeri 26 Batam, Kepulauan Riau, mengaku termotivasi oleh pesan Mentan Amran tentang pentingnya kerja keras dan kemandirian. Sejak usia 17 tahun, Canggi mulai berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri melalui penjualan tanah kavling dan usaha kuliner.

Berita Terkait