Ragam . 19/10/2026, 18:52 WIB

Bank BSN Gebrak Pasar Anak Muda, Tawarkan KPR DP 1 Persen Tenor 40 Tahun

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mendorong pekerja muda untuk segera mewujudkan kepemilikan rumah pertama melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun dan uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 persen.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan bahwa kepemilikan rumah bagi pekerja muda masih menghadapi sejumlah tantangan finansial, mulai dari kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan, keterbatasan dana uang muka, hingga gaya hidup konsumtif yang dapat memengaruhi kemampuan memperoleh pembiayaan.

“Usia muda justru merupakan keunggulan dalam perencanaan pembiayaan properti karena memungkinkan pengambilan tenor yang panjang. Rumah pertama tidak harus menjadi rumah impian terakhir. Pekerja muda dapat menerapkan konsep starter home atau memulai dari rumah yang sesuai dengan kapasitas finansial saat ini,” kata Yut Penta dalam gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center, Sabtu (17/10).

Gelar wicara tersebut turut menghadirkan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat) Sid Herdi Kusuma.

Sebagai solusi, Bank BSN menyediakan fasilitas KPR Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun KPR Non-Subsidi yang menyasar kebutuhan generasi muda. KPR Subsidi FLPP memiliki fitur yang menarik mulai dari uang muka mulai 1%, jangka waktu s.d 40 tahun, margin 5% untuk rumah tapak dan 6% untuk rumah susun tetap selama jangka waktu pembiayaan, serta subsidi bantuan uang muka hingga Rp 4 juta (bagi rumah tapak).

Sedangkan, KPR Non Subsidi menyediakan beragam pilihan pembiayaan, antara lain margin mulai dari 3,65 persen dengan skema tetap (fixed) selama satu tahun, pilihan angsuran berjenjang, serta jangka waktu s.d 30 tahun. Nasabah juga memiliki keleluasaan memilih hunian berupa rumah tapak maupun rumah susun sesuai dengan kebutuhan.

Meski menawarkan berbagai kemudahan, Bank BSN mengingatkan calon nasabah untuk tetap memperhatikan kesiapan finansial (financial readiness) sebelum mengajukan KPR. Salah satu aspek penting yang perlu diperhitungkan adalah rasio cicilan terhadap penghasilan bulanan agar kewajiban angsuran tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan hidup lainnya.

Yut Penta juga menyoroti penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan paylater di kalangan pekerja muda. Menurut dia, pengelolaan utang konsumtif secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keuangan sekaligus rekam jejak kredit pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Riwayat pembayaran yang baik memegang peranan penting untuk memudahkan persetujuan pembiayaan KPR,” ujarnya.

Fokus perseroan pada segmen pekerja muda ini sejalan dengan posisi fundamental Bank BSN sebagai pemain utama pembiayaan perumahan di industri perbankan syariah nasional. Saat ini, Bank BSN menduduki peringkat kedua sebagai bank syariah terbesar di Indonesia berdasarkan indikator total aset.

Dari sisi portfolio berdasarkan kinerja 30 September 2026, pembiayaan KPR Bank BSN tercatat mencapai Rp58,9 triliun, terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp39,7 triliun dan KPR Non-Subsidi senilai Rp19,2 triliun. Sementara itu, Bank BSN menguasai sekitar 24,8 persen pangsa pasar nasional penyaluran KPR Subsidi FLPP, yang memperkuat perannya dalam mendukung akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id