Kritik Pedas Vicky Prasetyo untuk Artis dan Influencer: Diam Saat Hutan Terbakar!
Vicky Prasetyo dengan tegas menyampaikan kritik pedas kepada para artis, influencer, dan pemilik akun media sosial bercentang biru yang memiliki jutaan pengikut.
fin.co.id - Vicky Prasetyo dengan tegas menyampaikan kritik pedas kepada para artis, influencer, dan pemilik akun media sosial bercentang biru yang memiliki jutaan pengikut.
Ia menyoroti sikap mereka yang sangat aktif membuat konten saat tren joget viral, isu perselingkuhan artis, atau pamer gaya hidup mewah merebak, namun memilih diam dan bungkam ketika persoalan serius seperti pembakaran hutan yang mengancam jiwa bayi, lansia, dan seluruh masyarakat terjadi.
"Para kalian, teman-teman artis, influencer, akun-akun media centang biru dan jutaan pengikut di media sosial. Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten," ujar Vicky Prasetyo melalui akun Instagram resminya @vickyprasetyo777.
"Tapi giliran hutan dibakar hidup-hidup sampai langitnya menguning, kenapa bibir kalian mendadak kelu dan akun kalian bisu? Buka mata kalian.Di sana bayi-bayi dan lansia sedang bertaruh nyawa, tenggorokannya terbakar dan paru-parunya diracuni meski bernapas di rumah sendiri," lanjutnya.
Vicky menegaskan bahwa hutan kita sedang hangus dijarah oleh korporasi besar, menyebabkan satwa-satwa terbakar tanpa tempat aman berlindung, sementara para influencer hanya berdiam diri menikmati dari balik layar smartphone.
Vicky mengingatkan bahwa para influencer bukan sekadar penonton biasa, melainkan “rumah algoritma” yang kekuatan unggahan dan suaranya sangat besar untuk menggiring opini publik dan menekan pengambil kebijakan.
Ia mengecam sikap para influencer yang hanya memanfaatkan rakyat untuk panen viewers dan endorse, namun ketika rakyat kecil menderita akibat polusi dan kekurangan oksigen, mereka memilih netral demi menjaga citra.
"Hutan kita hangus dijarah korporasi.Satwa mati terpanggang tidak ada area aman untuk mereka berlari. Dan kalian cuma duduk manis nonton dari balik layar smartphone," katanya.
"Kalian itu bukan sekedar penonton biasa. Kalian itu rumah algoritma. Satu unggahan kalian bisa menggiring opini publik. Satu suara kalian bisa menekan pengambil kebijakan," sambungnya.
"Jangan cuma memanfaatkan rakyat buat panen viewers dan endorsement. Tapi giliran rakyat kecil sekarat, kekurangan oksigen, kalian pura-pura netral demi menjaga citra," tegasnya.
Baca Juga
Vicky menantang mereka untuk menggunakan pengaruh dan platform yang dimiliki untuk bersuara demi menyelamatkan hutan, atau setidaknya jujur bahwa jutaan followers mereka hanyalah alat untuk mengamankan posisi mereka di mata para penguasa.
"Nyali kalian di mana? Pakai pengaruh itu untuk bersuara selamatkan hutan atau akui saja kalau jutaan followers kalian cuma dipakai untuk menjilat para penguasa," pungkasnya.