Ragam

2 Tahun Kabinet Prabowo-Gibran, Amran Sulaiman Menteri Kinerja Terbaik Versi Celios

Andi Amran Sulaiman masuk daftar menteri berkinerja terbaik versi CELIOS, didukung capaian swasembada beras dan rekor Nilai Tukar Petani 2026.

2 Tahun Kabinet Prabowo-Gibran, Amran Sulaiman Menteri Kinerja Terbaik Versi Celios
Andi Amran Sulaiman masuk daftar menteri berkinerja terbaik versi CELIOS, didukung capaian swasembada beras dan rekor Nilai Tukar Petani 2026.

fin.co.id - Andi Amran Sulaiman menempati posisi kedua dalam daftar menteri berkinerja terbaik pada Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada 12 Oktober 2026, dengan skor 140 dari survei terhadap 994 responden. Posisi pertama ditempati Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 291, namun Purbaya sudah digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan sejak 14 September 2026. Dengan demikian, Amran menjadi menteri dengan skor tertinggi dalam laporan tersebut di antara mereka yang masih menjabat, di atas Agus Harimurti Yudhoyono yang meraih skor 127.

Penilaian dari lembaga yang kerap mengkritik pemerintah ini hadir seiring capaian sektor pertanian. Presiden Prabowo mendeklarasikan swasembada beras pada 7 Januari 2026, sementara Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) September 2026 sebesar 131,11, angka tertinggi sepanjang pencatatan.

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober menyebut program Kementerian Pertanian di bawah Amran "sangat-sangat berhasil". Hashim menilai swasembada beras tercapai tiga tahun lebih cepat dari target 2029 dan menyampaikan stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton berdasarkan informasi yang ia terima dari Amran.

CELIOS menyusun pemeringkatan dengan metode positional scoring rule yang mengadaptasi sistem Borda Count. Skor dihitung dari akumulasi posisi pilihan responden terhadap nama-nama menteri, dan merupakan selisih antara penilaian terbaik dan terburuk. Hasilnya menggambarkan persepsi masyarakat umum yang disurvei pada 2026.

Di tingkat petani, harga gabah kering panen sepanjang Januari hingga Agustus 2026 bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah Rp6.500 per kilogram, pada kisaran Rp6.700 hingga Rp7.600, menurut Kompas. Sudarso, petani di Madiun dengan lahan dua hektare, menyebut harga Rp6.500 per kilogram membuatnya memperoleh "uang lebihan setelah dipotong biaya produksi". Helmantina, petani di Pasaman, Sumatera Barat, mengaku senang bermitra dengan Bulog karena hasil panennya memiliki pasar yang jelas. Dari Indramayu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan H Tatang pada awal 2026 menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog atas perhatian terhadap harga gabah.

Hashim bahkan menilai dampaknya sudah jauh melampaui harga. Dalam Indonesia Sustainability Forum sehari sebelumnya, ia menyatakan bahwa kenaikan harga pembelian dari Rp4.000 menjadi Rp6.500 per kilogram dan pemangkasan biaya pupuk 20 persen membuat taraf hidup petani Indonesia berada pada level tertinggi sejak 1980-an.

Apresiasi terhadap kinerja Amran juga datang dari tokoh lain. Dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo memberi apresiasi kepada Amran dan jajaran Kementerian Pertanian atas capaian swasembada yang disebutnya "diakui oleh dunia". Pada pertemuan dengan jurnalis senior dan pakar di Hambalang, 6 September 2026, Prabowo menyebut target swasembada empat tahun dapat dipercepat berkat tim pertanian yang dipimpin Amran. Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto dalam rapat kerja 1 September 2026 menyampaikan apresiasi atas swasembada delapan komoditas pangan strategis, sementara anggota Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri sebelumnya menyebut swasembada beras sebagai tonggak penting.

NTP sendiri membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, sehingga rekor 131,11 menggambarkan daya tukar petani yang berada pada titik terbaik sepanjang pencatatan.

Berita Terkait