Asuransi Jasindo Kembangkan Peran sebagai Mitra Pengelolaan Risiko
Asuransi Jasindo memperkuat peran sebagai Risk Management Partner melalui pengelolaan risiko, mitigasi, dan solusi perlindungan bagi nasabah.
fin.co.id - Perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga kompleksitas rantai pasok mendorong kebutuhan pengelolaan risiko yang semakin menyeluruh. Kondisi ini menuntut perusahaan asuransi untuk tidak hanya menyediakan perlindungan, tetapi juga memahami karakteristik risiko dan membantu nasabah menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo terus mengembangkan perannya sebagai Risk Management Partner (RMP) bagi nasabah dan berbagai sektor strategis di Indonesia. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya menyediakan solusi asuransi, tetapi juga membantu nasabah memahami eksposur risiko, mengidentifikasi potensi dampak, serta menentukan langkah mitigasi dan perlindungan yang sesuai.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan pengembangan kapabilitas menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menghadapi transformasi industri dan perubahan kebutuhan nasabah.
“Di tengah transformasi industri, fokus Asuransi Jasindo adalah memperkuat fundamental dan kapabilitas tersebut agar tetap relevan dan memberikan nilai bagi nasabah, pemegang saham, dan Indonesia,” ujar Brellian.
Pendekatan berbasis risiko tersebut relevan dengan beragam tantangan di Indonesia, termasuk perlindungan aset strategis dan Barang Milik Negara (BMN). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan baru sekitar 20% BMN yang telah terlindungi asuransi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemetaan risiko dan penentuan prioritas perlindungan dengan mempertimbangkan karakteristik, fungsi, serta potensi kerugian dari setiap aset.
Dalam menjalankan peran RMP, menurut Brellian, Asuransi Jasindo mengembangkan pendekatan yang mencakup identifikasi dan asesmen risiko, rekomendasi mitigasi, hingga penentuan solusi asuransi. Perusahaan juga terus meningkatkan kapabilitas underwriting dan risk engineering untuk mendukung penilaian risiko yang lebih komprehensif serta pengelolaan portofolio yang memperhatikan kualitas dan keberlanjutan bisnis.
Pengembangan kapabilitas tersebut berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola internal melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC), penyempurnaan kebijakan dan mekanisme pengendalian, serta sistem manajemen anti penyuapan berbasis SNI ISO 37001. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga integritas, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam menjalankan proses bisnis.
“Bagi kami, kemampuan mengelola risiko nasabah perlu didukung fundamental internal yang kuat. Penerapan tata kelola yang baik dan prinsip antisuap menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus memastikan kegiatan usaha berjalan secara bertanggung jawab,” katanya.
Ke depan, Asuransi Jasindo akan terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, proses bisnis, teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjalankan perannya sebagai trusted risk management partner. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan risiko yang lebih terukur sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi nasabah dan berbagai sektor strategis di Indonesia.
“Melalui pendekatan Risk Management Partner, kami ingin memastikan perlindungan asuransi menjadi bagian dari pengelolaan risiko yang menyeluruh. Dengan kolaborasi dan pemahaman risiko yang tepat, kami berharap dapat mendukung keberlanjutan bisnis nasabah sekaligus memperkuat ketahanan berbagai sektor strategis di Indonesia,” tutup Brellian.