Abuleke Bahlil
Saya juga tidak tahu. Saya ganti berbisik ke orang di sebelah saya –yang orang itu juga baru berbisik ke orang di sebelahnya. Akhirnya saya tahu arti abuleke –yang dua kali diucapkan Menko Bahlil Lahadalia saat berpidato di Investor Daily Summit 2026 di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta, kemarin.
Oleh: Dahlan Iskan
Mereka pun berbisik satu sama lain: "Apa itu abuleke?"
Saya juga tidak tahu. Saya ganti berbisik ke orang di sebelah saya –yang orang itu juga baru berbisik ke orang di sebelahnya. Akhirnya saya tahu arti abuleke –yang dua kali diucapkan Menko Bahlil Lahadalia saat berpidato di Investor Daily Summit 2026 di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta, kemarin.
"Ini penugasan saya yang pertama sebagai menteri koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Bahlil. "Saya belum punya deputi, belum punya struktur organisasi, dan belum punya anggaran. Masih digodok," katanya.
Yang jelas, kata Bahlil, meski jabatannya dua, menteri gajinya hanya satu: sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Alam. "Jangan ada yang bersangka gaji saya dua, yang itu memboroskan uang negara," katanya. Untuk sementara anggaran sebagai menko pun diambil dari anggaran Kementerian ESDM.
Kata ''abuleke'' diucapkan Bahlil dua kali saat menjawab banyaknya sorotan masyarakat soal ketatnya persetujuan RKAB tambang batu bara. ''Abuleke'' adalah bahasa Papua yang artinya ''ngibul''. Atau ''omong kosong''. Bahlil memang orang Fakfak yang pernah bekerja sebagai kernet angkot di sana.
Baru dari pidato Bahlil itu saya tahu: jumlah produksi batu bara di perusahaan-perusahaan besar sengaja dikurangi karena ada permintaan dari perusahaan-perusahaan kecil. Itu demi pemerataan. "Jangan hanya yang besar-besar yang semakin besar, sedang yang kecil mati," katanya.
Kalau yang kecil-kecil diberi izin sedang yang besar tidak dikurangi, produksi batu bara akan terlalu besar. Akhirnya harga batu bara di pasar internasional tidak bisa naik. "Sekarang terbukti. Harga batu bara kalori 6.000 ke atas naik sampai USD140 /ton," kata Bahlil.
Sejak akhir tahun lalu pengusaha besar tambang batu bara memang menjerit-jerit: izin produksinya disunat –ada yang sampai separo. Ada yang menyangka itu strategi Bahlil untuk bisa nego apa saja dengan pemilik tambang. Baru kemarin Bahlil membuka alasan sebenarnya.
Bahlil tidak hanya akan berhenti di situ. "Baru saja saya keluarkan peraturan baru lagi. Kontraktor tambang batubara harus melibatkan kontraktor setempat," ujar Bahlil. "Tidak bisa lagi Pak Enggar yang punya tambang besar, kontraktornya pun perusahaan Pak Enggar sendiri, bahkan pemasok makanannya juga perusahaan Pak Enggar. Itu abuleke namanya," ujar Bahlil.
Baca Juga
Nama ''Pak Enggar'' disebut di situ hanya sebagai contoh fiksi untuk tidak menyebut nama pengusaha tambang yang sebenarnya. Enggartiasto Lukita adalah pemilik B-Universe –induk Investor Daily yang menyelenggarakan summit kemarin. Enggar orang Cirebon yang sukses jadi pengusaha besar di Jakarta –pernah jadi ketua REI Pusat, anggota DPR, ketua Nasdem, dan ketua Golkar pusat.
"Kalau mau balik ke Golkar masih diterima," ujar Bahlil yang juga ketua umum Partai Golkar. "Pak Suswono pun kalau mau balik ke Golkar pintu masih terbuka," katanya.
Siswono Yudo Husodo, 84 tahun, mantan menteri perumahan, memang duduk di barisan depan. Di situ tampak juga Hatta Rajasa, Bambang Soesatyo dan Anwar Usman yang ketiganya baru dilantik jadi pimpinan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Saya pun bertanya kepada salah satu anggota Wantimpres itu: benarkah gaji mereka sebesar Rp76 juta/bulan. Semula saya tidak percaya gaji Wantimpres naik sedrastis itu. Kalau benar, itu keterlaluan. Ternyata dibenarkan. Itu mengacu ke gaji anggota DPR. Hanya saja untuk anggota DPR masih banyak tambahan tunjangan macam-macam lagi.
Di summit kemarin, Bahlil sebagai orang Papua, telah berhasil membuat satu kata dalam bahasa Papua menjadi menasional: abuleke.
Berita Terkait
Abuleke Bahlil
Rocky Gerung