Ragam

Perkuat Kampus Transisi Energi, ITPLN Luncurkan Tiga Buku Ajar Berbahasa Inggris

ITPLN meluncurkan tiga buku ajar berbahasa Inggris untuk memperkuat identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang fokus pada transisi energi.

Perkuat Kampus Transisi Energi, ITPLN Luncurkan Tiga Buku Ajar Berbahasa Inggris
ITPLN meluncurkan tiga buku ajar berbahasa Inggris untuk memperkuat identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang fokus pada transisi energi.

fin.co.id - Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan tiga buku ajar mata kuliah institusi berbahasa Inggris sebagai bagian dari penguatan identitas kampus sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada transisi energi. Buku yang diluncurkan itu adalah berjudulEnergy and Environment, Technopreneurship ini Energy Busuness serta Literasi Digital.

Peluncuran buku tersebut juga menjadi bagian dari upaya ITPLN membangun kompetensi mahasiswa melalui mata kuliah yang menjadi fondasi pendidikan di kampus. Tiga tema yang menjadi pionirnya adalah Energy and Environment, Digital Literacy, dan Technopreneurship in Energy Business. Buku Technopreneurship in Energy Business diterbitkan oleh penerbit yang terafiliasi dengan IKAPI.

Direktur Training and Consulting Center ITPLN, Suharto Wiranu mengatakan, lahirnya tiga buku tersebut berawal dari gagasan Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa mengenai pentingnya mata kuliah institusi yang menjadi ciri khas perguruan tinggi.

Menurut Suharto, gagasan tersebut disampaikan Prof. Iwa dalam rangkaian kegiatan pengembangan kepemimpinan dan kemudian berkembang ketika ITPLN mendapat arahan untuk menyusun mata kuliah institusi dalam bahasa Inggris. Tiga topik itu kemudian dipilih sebagai fondasi awal.

"Ini terinspirasi dari gagasan Prof. Iwa tentang technopreneurship, kemudian digitalisasi atau literasi digital, serta energi dan lingkungan. Saat kami diminta membuat mata kuliah institusi dalam bahasa Inggris, tiga topik ini menjadi pionirnya. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa kami persembahkan," ujar Suharto dalam keterangannya, Selasa, 29 September 2026.

Salah satu buku yang diluncurkan, Energy and Environment, ditulis oleh Ahsin Sidqi, Widya Nita Suliyanti, Suharto, Marion Derissilfia Grace Hendrik, dan Mekar Ageng Kinasti. Penyusunan buku setebal 165 halaman tersebut melibatkan dosen dari berbagai bidang sebagai bagian dari kolaborasi akademik di lingkungan ITPLN.

Suharto mengatakan penyusunan buku tersebut tidak semata-mata menghasilkan bahan ajar, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi lintas fakultas dan disiplin ilmu. Ia menilai kolaborasi diperlukan untuk membangun budaya akademik yang sejalan dengan visi ITPLN.

Sementara itu, Rektor ITPLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan gagasan tiga mata kuliah tersebut bermula dari pencarian diferensiasi ITPLN di tengah persaingan perguruan tinggi. Menurut dia, ITPLN perlu memiliki identitas yang membedakannya dari perguruan tinggi lain.

"Gagasan ini muncul ketika saya mencari diferensiasi ITPLN. Kalau benchmarking-nya selalu UI, ITB, atau perguruan tinggi lain, kita tidak akan mengejar mereka. Karena itu, kita harus mencari diferensiasi. Salah satunya adalah menjadikan ITPLN sebagai kampus transisi energi," kata Iwa.

Iwa menjelaskan, identitas tersebut dibangun dengan menyiapkan mahasiswa menghadapi dua perubahan besar, yakni transisi energi dan revolusi industri 4.0. Tiga tema awal berupa energi dan lingkungan, literasi digital, serta technopreneurship kemudian berkembang menjadi fondasi yang lebih luas.

"Sekarang sudah bukan tiga lagi, tapi sudah tujuh, termasuk AI. Nanti akan saya jelaskan tujuh pilar ITPLN," ujarnya.

Peluncuran tiga buku ajar tersebut menjadi salah satu langkah ITPLN memperkuat materi pembelajaran sekaligus identitas institusi. Melalui pengembangan literasi digital, technopreneurship, serta pemahaman energi dan lingkungan, kampus menargetkan lahirnya lulusan yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan sektor energi.

Berita Terkait