Ragam

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Deretan Kolaborasi Eksklusif di Tahun Ke-11

The Papandayan Jazz Fest 2026 hadir pada 3–4 Oktober di Bandung dengan lebih dari 50 program musik, kolaborasi lintas genre, dan enam area festival.

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Deretan Kolaborasi Eksklusif di Tahun Ke-11
The Papandayan Jazz Fest 2026 hadir pada 3–4 Oktober di Bandung dengan lebih dari 50 program musik, kolaborasi lintas genre, dan enam area festival.

fin.co.id - Menjelang penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026, TP Jazz Management menggelar Press Conference TPJF 2026 di Djakarta Theater XXI – The Club, Jakarta, pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program unggulan, kolaborasi spesial, serta arah kurasi festival yang akan hadir pada 3–4 Oktober 2026 di The Papandayan Bandung. Festival tahun ini mengusung tema “Sound to the Soul” dan menghadirkan lebih dari 50 program musik yang tersebar di enam area festival.

Acara dipandu oleh Nodi Nahadian dan menghadirkan sejumlah narasumber yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival, yaitu Tyagita R. Hermawan selaku Event Director TP Jazz Management, Hari Pochang dan Venche Manuhutu sebagai kurator festival, serta musisi yang akan tampil di TPJF 2026 yaitu Rieka Roslan bersama personel Lalahuta, Kevin Widaya dan Boni Eko.

Dalam kesempatan tersebut, TP Jazz Management kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga identitas jazz sebagai fondasi utama festival sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi berbagai generasi musisi dan audiens. Tahun ini, sekitar 70 persen program festival berasal dari spektrum jazz, mulai dari traditional jazz, contemporary jazz, fusion hingga berbagai eksplorasi musik lintas genre yang berkembang saat ini.

Menurut Tyagita R. Hermawan, TPJF 2026 dirancang sebagai perayaan musik yang tidak hanya menghadirkan konser, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem kreatif.

"Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak proyek kolaborasi, lebih banyak ruang bagi musisi untuk bereksplorasi, dan lebih banyak pengalaman yang bisa dinikmati pengunjung. TPJF tidak hanya berbicara tentang siapa yang tampil di atas panggung, tetapi bagaimana musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi komunitas, budaya, kreativitas, dan generasi yang berbeda," ujarnya.

Sementara itu, kurator festival Hari Pochang dan Venche Manuhutu menjelaskan bahwa kurasi TPJF 2026 dirancang untuk memperlihatkan wajah jazz yang semakin luas dan relevan dengan perkembangan musik masa kini. Hal tersebut tercermin melalui berbagai proyek spesial seperti A Night of Frank Sinatra by Dwiki Dharmawan & Friends, Tribute to Koes Plus by The Gentlemen’s Club, Freedom Jazz Society feat. Rinni, hingga kolaborasi Barry Likumahuwa feat. TPJC Collective yang mempertemukan musisi senior dengan generasi baru jazz Indonesia.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian media adalah kehadiran Rieka Roslan dan grup Lalahuta, yang akan tampil bersama di BRI Stage pada hari pertama festival. Dengan gaya khasnya yang enerjik, Rieka menjanjikan penampilan yang penuh kejutan dan menghibur.

"Pokoknya datang pakai sepatu yang nyaman ya, karena saya jamin bakal susah untuk diam. Kita akan joget, bernyanyi, dan bersenang-senang bersama. Buat saya, TP Jazz selalu menjadi alasan yang menyenangkan untuk kembali ke Bandung. Ada banyak kenangan dan karya yang lahir dari kota ini. Yang istimewa, TP Jazz selalu memberikan kepercayaan kepada musisi untuk bereksplorasi. Mereka tidak pernah terlalu banyak mengatur soal konsep atau materi yang harus dibawakan. Sebaliknya, kami diberi ruang untuk menghadirkan pertunjukan yang paling jujur dan terbaik menurut versi kami sebagai musisi,"ujar Rieka Roslan.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan semangat TP Jazz yang selama ini dikenal memberikan ruang kreatif bagi para musisi untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang unik dan personal. Pendekatan ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak musisi terus kembali dan terlibat dalam berbagai program TP Jazz dari tahun ke tahun.

Dalam konferensi pers tersebut, TP Jazz Management juga kembali memperkenalkan berbagai program unggulan TPJF 2026, termasuk TPJF Lifetime Achievement Award untuk grup musik BIMBO, kehadiran Mojang Jajaka Stage yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, serta Pasar Jazz yang menghadirkan puluhan tenant dari sektor kuliner, fashion, lifestyle, hingga alat musik dan produk kreatif lainnya.

TPJF 2026 akan menghadirkan enam area festival yaitu Kota Baru Parahyangan Stage, BRI Stage, RON88 Stage, TP Stage, Mojang Jajaka Stage, dan Pasar Jazz, dengan penampilan musisi seperti Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, Dwiki Dharmawan & Friends, SimakDialog, Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz, Rafi Sudirman, T-Five x Melly Mono, Batavia Collective, Reyharp feat. Balawan Project, Arumtala, Ambon Jazz Rock by Barry Likumahuwa, serta puluhan musisi dan komunitas lainnya.

Rangkaian Press Conference TPJF 2026 ditutup dengan sesi makan siang bersama seluruh media yang hadir. Suasana santai tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk berdiskusi lebih dekat dengan para narasumber, sekaligus memperkuat hubungan antara TP Jazz Management dan media yang selama ini turut mendukung perjalanan The Papandayan Jazz Fest.

Dengan mengusung tema “Sound to the Soul”, TPJF 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, regenerasi, dan apresiasi musik yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Tiket TPJF 2025 dijual dalam tiga kategori: Silver Pass yang memberikan akses harian ke 5 panggung, Gold Pass untuk akses ke 6 panggung termasuk Kota Baru Parahyangan Stage, dan Platinum Pass yang memberikan akses penuh dua hari ke seluruh panggung. Seluruh tiket dapat dibeli di website www.tpjazzfest.com atau melalui platform GOERS di https://goers.co/tpjf2026.

Berita Terkait