Rencana Spontan yang Berujung Menikmati Senja di Tepi Danau
Pengalaman singkat menikmati Earl Grey Matcha Latte sambil bersantai dan melihat pemandangan danau di Shila at Sawangan, Depok.
fin.co.id - Sabtu, 27 Juni 2026, seharusnya menjadi waktu yang pas untuk bersantai karena kebetulan hari itu merupakan hari libur kerja saya. Namun, siang itu justru terasa cukup membosankan. Saya hanya menghabiskan waktu di kamar sambil scroll-scroll TikTok tanpa agenda.
Sampai akhirnya, kakak saya tiba-tiba mengajak saya menemani ke rumah sakit Brawijaya untuk membawa anaknya, keponakan saya, menjalani vaksinasi. Tanpa banyak basa-basi, saya langsung bersiap. Saya kemudian berangkat bersama kakak, kakak ipar, serta dua keponakan saya.
Setelah tiba di rumah sakit, saya menunggu di ruang tunggu selama proses vaksinasi berlangsung. Setelah semuanya selesai, kami kembali ke mobil. Namun, karena waktu itu terasa tanggung jika langsung pulang, kami akhirnya mencari ide untuk menikmati minuman atau sekadar mencari makanan.
Pilihan pun jatuh ke Shila at Sawangan.
Bagi warga Depok dan sekitarnya, nama Shila at Sawangan tentu sudah tidak asing. Tempat ini menawarkan suasana kuliner yang berbeda karena pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman sambil melihat pemandangan danau.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah sakit yang baru kami datangi. Karena itu, kami langsung berangkat ke sana.
Begitu sampai, saya melihat cukup banyak pilihan tempat makan dan minum yang berada di area depan. Namun, kami tidak berhenti di bagian tersebut. Kami memilih mencari area yang memiliki pemandangan danau.
Setelah menemukan tempat parkir, kami turun dari mobil dan mulai berjalan-jalan. Di sinilah suasananya mulai terasa berbeda. Pemandangan danau langsung menarik perhatian. Banyak orang terlihat memanfaatkan area tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas. Ada yang jogging, berjalan santai, hingga mengambil foto dengan latar pemandangan danau. Tidak hanya itu, saat berada di sana saya juga melihat kelas yoga yang sedang berlangsung.
Suasana seperti ini memang terasa cocok untuk aktivitas yang membutuhkan ketenangan. Angin yang berembus pelan, pemandangan danau, serta suasana sekitar membuat area tersebut terasa nyaman untuk bersantai.
Sambil berjalan menyusuri area tersebut, saya melihat cukup banyak pilihan kuliner. Ada Roti Bakar 88, Kwetiau Aho, Es Podeng H. Odang, dan berbagai tempat lainnya. Saya dan kakak kemudian berpencar untuk mencari makanan atau minuman masing-masing.
Saat itulah mata saya justru tertuju pada Miro Matcha House.
Sebagai seseorang yang menyukai matcha, tentu saja saya langsung tertarik. Dari sekian banyak pilihan yang ada, tempat tersebut akhirnya menjadi tujuan saya. Saya kemudian melihat menu minuman yang tersedia. Pilihannya cukup beragam, mulai dari berbagai varian matcha latte hingga kopi.
Ketika sedang bingung minuman yang ingin dipesan, pelayan kemudian menawarkan beberapa pilihan matcha. “Kita ada pilihan matcha Kak, ada Sana, Hiyori, Kirei,” ujar pelayan tersebut.
Saya yang penasaran langsung bertanya mengenai perbedaannya. “Ini bedanya apa ya, Kak?” tanya saya. Pelayan tersebut kemudian menjelaskan bahwa perbedaannya ketajaman rasa matcha yang terasa lebih kuat dan pahit dibandingkan pilihan lainnya. “Untuk pilihan ini lebih ketajaman rasa, Kak. Lebih terasa atau pahit dari matchanya. Tapi kalau Kakak enggak mau yang terlalu pahit, kami bisa rekomendasikan yang lain,” jelasnya.
Karena saya memang tidak terlalu suka minuman matcha yang rasanya terlalu pahit, saya kembali bertanya mengenai pilihan yang lebih cocok. “Oh, yang mana itu, Kak?” tanya saya.