Sport . 14/09/2026, 14:18 WIB
fin.co.id - Lewis Hamilton mengakui peluangnya untuk merebut gelar juara dunia Formula 1 2026 nyaris tertutup setelah gagal finis di Grand Prix Spanyol di Madrid. Pembalap Ferrari itu mengalami masalah rem saat balapan baru memasuki lap ketujuh, sebuah kegagalan yang membuatnya kehilangan poin penting dalam persaingan klasemen.
Hamilton sebenarnya memulai balapan dengan cukup menjanjikan. Juara dunia tujuh kali tersebut sempat berada di posisi ketiga pada fase awal lomba, sebelum kendala teknis pada sistem pengereman mengubah seluruh situasi. Ia akhirnya kembali ke pit dengan kecepatan rendah dan menghentikan balapannya lebih awal.
Hasil ini juga mengakhiri catatan impresif Hamilton yang sebelumnya selalu menyelesaikan setiap lap balapan sepanjang musim F1 2026.
Hamilton menjelaskan bahwa gangguan pertama muncul ketika ia melakukan pengereman menuju Tikungan 5. Mobil Ferrari awalnya masih merespons, tetapi pedal rem kemudian terasa berubah dan mobil tidak melambat seperti biasanya.
“Ketika mengerem menuju Tikungan 5, mobil mulai berhenti, lalu pedalnya berubah dan mobil tidak melambat secepat biasanya,” kata Hamilton.
Ia sempat menyenggol pembatas lintasan karena membawa kecepatan terlalu tinggi. Setelah itu, pedal rem kembali terasa normal untuk sementara waktu. Namun, beberapa tikungan kemudian pedal rem kembali memanjang, tanda yang dapat mengindikasikan hilangnya tekanan hidraulis, masalah pada temperatur sistem pengereman, atau gangguan lain pada komponen rem.
Dalam balap Formula 1, sistem pengereman bekerja dalam kondisi ekstrem. Mobil harus memperlambat laju dari kecepatan sangat tinggi dalam waktu singkat, sehingga suhu cakram, kaliper, fluida rem, dan komponen pendukung dapat meningkat tajam. Ketidakstabilan pada pedal rem bukan hanya mengganggu performa, tetapi juga dapat membuat pembalap kehilangan kendali saat memasuki tikungan.
Ferrari kemudian memilih menghentikan mobil Hamilton demi menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.
Sebelum GP Spanyol, Hamilton sudah tertinggal 76 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli. Kemenangan Antonelli di Madrid, yang menjadi kemenangan kedelapannya dari 14 seri, membuat selisih itu kini melebar menjadi 101 poin.
Dengan sembilan balapan tersisa, Hamilton secara matematis masih memiliki peluang. Namun, ia realistis menilai Mercedes dan Antonelli tampil terlalu konsisten untuk dihentikan.
“Tidak ada yang bisa menghentikan dia dan Mercedes tahun ini. Mereka melakukan pekerjaan yang fenomenal dan mereka pantas mendapatkannya,” ujar Hamilton kepada Sky Sports F1.
Pernyataan itu memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi Ferrari. Dalam perebutan gelar, kecepatan satu lap saja tidak cukup. Tim juga membutuhkan keandalan mobil, strategi yang tepat, serta kemampuan mengumpulkan poin secara konsisten pada setiap akhir pekan balapan.
Hamilton selama ini mampu menjaga konsistensi finis, tetapi kegagalan teknis di Madrid membuat keuntungan tersebut hilang dalam satu balapan. Ketika rival utama justru meraih kemenangan, dampak DNF menjadi jauh lebih besar terhadap posisi klasemen.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id