Mbappe Kritik Meme Dirinya Jadi Diktator: Kurangnya Kesadaran Politik dan Kemanusiaan
Kylian Mbappe buka suara mengenai meme yang belakangan viral di media sosial dan menggambarkan dirinya sebagai seorang diktator.
fin.co.id - Kylian Mbappe buka suara mengenai meme yang belakangan viral di media sosial dan menggambarkan dirinya sebagai seorang diktator.
Penyerang Real Madrid tersebut mengakui meme itu bisa dianggap lucu karena dibuat untuk hiburan. Namun, ia menilai penggambaran tersebut juga menunjukkan persoalan yang lebih serius, terutama ketika dirinya dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang memiliki catatan sejarah kelam.
"Di satu sisi, saya tahu itu dilakukan dengan cara yang ringan dan tidak dimaksudkan untuk dibawa terlalu jauh, tetapi itu mungkin menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan pada orang-orang," kata Mbappe kepada media Prancis, L'Equipe, dikutip di Jakarta, Sabtu 12 September 2026.
Dalam meme yang beredar, Mbappe digambarkan mengenakan seragam militer layaknya seorang perwira tinggi. Hingga kini, tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat atau menyebarkan gambar tersebut.
Kemunculan meme itu diduga berkaitan dengan sejumlah kontroversi yang pernah melibatkan Mbappe. Salah satunya adalah ketika ia menggugat pemilik kedai kebab pada 2024 karena menggunakan namanya dalam deskripsi sebuah sandwich.
Ada pula spekulasi yang mengaitkan meme tersebut dengan besarnya pengaruh Mbappe di Real Madrid maupun ketika masih memperkuat Paris Saint-Germain (PSG).
Meski memahami unsur candaan di balik meme tersebut, Mbappe mengaku keberatan jika dirinya disandingkan dengan diktator. Menurut dia, perbandingan semacam itu berpotensi mengabaikan penderitaan yang ditimbulkan para diktator sepanjang sejarah.
"Untuk dibandingkan dengan orang-orang yang membunuh orang lain, atau yang telah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan dan jutaan orang. Saya rasa saya tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dalam hidup saya," kata Mbappe.
Mbappe juga menanggapi julukan "Mobutu" yang diberikan Ousmane Dembele, rekan setimnya di timnas Prancis.
Julukan tersebut merujuk pada Mobutu Sese Seko, tokoh yang memimpin Republik Demokratik Kongo, yang kemudian berganti nama menjadi Zaire, selama periode 1965 hingga 1997.
Baca Juga
Mbappe mengatakan Dembele hanya mengikuti candaan yang beredar di media sosial dan tidak bermaksud serius dengan julukan tersebut.
"Ousmane memang berbeda. Dia menemukannya di media sosial! Dia hanya sedang bercanda," kata Mbappe.
Di lapangan, Mbappe tengah menunjukkan performa impresif bersama Real Madrid. Pemain berusia 27 tahun itu telah mencetak lima gol dalam lima pertandingan pada awal musim ini.
Mbappe dijadwalkan kembali memperkuat Real Madrid pada Minggu 13 September ketika menghadapi Rayo Vallecano. *