Ragam . 08/09/2026, 17:51 WIB
fin.co.id - Dinas Pertanian Provinsi Banten terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan hewan ternak dan hewan peliharaan sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya potensi paparan abu vulkanik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saeful Bahri Maemun mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta koordinasi dengan sejumlah Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), hingga saat ini belum terdapat laporan signifikan terkait gangguan kesehatan hewan akibat paparan abu vulkanik.
“Berdasarkan pemantauan dan koordinasi dengan beberapa Puskeswan, khususnya di wilayah pesisir seperti Labuan, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak, sampai saat ini belum ada laporan signifikan terkait gangguan kesehatan hewan akibat abu vulkanik,” ungkap Saeful pada Selasa, 8 September 2026.
Meski demikian, kata Saeful, Dinas Pertanian Provinsi Banten terus meningkatkan pemantauan dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi kemungkinan dampak abu vulkanik terhadap kesehatan hewan.
Selanjutnya Saeful juga mengimbau para peternak dan pemilik hewan peliharaan untuk menempatkan hewan di kandang atau tempat yang terlindung dan tertutup selama terjadi hujan abu vulkanik. Sumber pakan dan air minum juga harus ditutup dan dilindungi agar tidak terkontaminasi abu.
“Jangan memberikan pakan atau air minum yang sudah terkontaminasi debu vulkanik. Pastikan pakan dan air yang diberikan kepada hewan dalam kondisi bersih,” katanya.
Selain itu, kebersihan kandang perlu dijaga dengan cara yang aman. Abu vulkanik yang menempel di sekitar kandang sebaiknya dibersihkan menggunakan air bersih. Masyarakat diimbau tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat menyebabkan debu kembali beterbangan dan berpotensi terhirup oleh hewan maupun manusia.
Apabila mata atau bagian tubuh hewan terkena abu vulkanik, ujar Saeful, pemilik dapat segera membersihkannya menggunakan air bersih. Aktivitas hewan di ruang terbuka juga perlu dikurangi selama terjadi hujan abu.
Selain itu, Saeful juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan hewan.
Jika ditemukan gejala atau gangguan kesehatan pada hewan, kata Saeful, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada Puskeswan atau Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang membidangi kesehatan hewan, maupun Dinas Pertanian Provinsi Banten.
“Jika ditemukan gangguan kesehatan pada hewan, segera laporkan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Rumah Sakit Hewan Provinsi Banten di nomor 0851-7849-8563 untuk mendapatkan informasi dan penanganan terkait kesehatan hewan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id