Internasional . 07/09/2026, 11:23 WIB

Ekonomi Melambat, China Suntik Rp894 Triliun ke Bank dan Perusahaan Asuransi Milik Negara

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Pemerintah China akan menyuntikkan dana sebesar 360 miliar yuan atau sekitar 53,6 miliar dolar AS ke delapan bank dan perusahaan asuransi milik negara. Jika dikonversikan menggunakan nilai tukar yang berlaku, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp894 triliun.

Suntikan modal yang dipimpin oleh Kementerian Keuangan China itu menjadi bagian dari upaya Beijing memperkuat sistem keuangan sekaligus menggerakkan kembali perekonomian yang sedang kehilangan momentum. Pemerintah berharap tambahan modal dapat meningkatkan kemampuan lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit, menghadapi risiko, dan mendukung kegiatan ekonomi riil.

Menurut kantor berita Xinhua, kebijakan tersebut akan membantu meningkatkan kesehatan operasional, ketahanan terhadap risiko, serta kemampuan bank dan perusahaan asuransi dalam melayani perekonomian nyata.

Dana tersebut akan disalurkan kepada tiga bank besar dan lima perusahaan asuransi milik negara. Sejumlah lembaga yang masuk dalam program ini antara lain Industrial and Commercial Bank of China atau ICBC, Agricultural Bank of China, serta China Export & Credit Insurance Corporation.

Suntikan Modal untuk Memperkuat Sistem Keuangan

Bank memiliki peran penting dalam strategi ekonomi China karena sebagian besar pembiayaan perusahaan, proyek infrastruktur, dan kegiatan industri masih sangat bergantung pada kredit perbankan. Dengan modal yang lebih besar, bank memiliki ruang lebih luas untuk memberikan pinjaman tanpa mengabaikan tingkat kesehatan keuangannya.

Tambahan modal juga dapat membantu bank menyerap potensi kerugian apabila jumlah kredit bermasalah meningkat. Risiko tersebut menjadi perhatian karena perlambatan ekonomi dan krisis berkepanjangan di sektor properti dapat menekan kemampuan sebagian perusahaan dan rumah tangga dalam membayar utang.

Global Times menyebut suntikan dana itu akan memberi bank dan lembaga keuangan lebih banyak sumber daya untuk menyalurkan kredit ke sektor riil. Pada saat bersamaan, modal tambahan diharapkan memperkuat kemampuan mereka menghadapi guncangan eksternal di tengah ketidakpastian keuangan global.

Sektor asuransi juga mendapat perhatian karena perusahaan-perusahaan tersebut mengelola dana dalam jumlah besar dan berperan sebagai investor jangka panjang. Kondisi keuangan perusahaan asuransi yang kuat diperlukan untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memastikan perusahaan tetap mampu memenuhi kewajibannya.

Ekonomi China Menghadapi Berbagai Tekanan

Kebijakan tersebut diumumkan ketika perekonomian China menghadapi tekanan dari dalam dan luar negeri. Permintaan domestik masih relatif lemah, sedangkan penurunan berkepanjangan di pasar properti belum sepenuhnya dapat diatasi.

Sektor properti selama bertahun-tahun menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi China. Pembangunan perumahan tidak hanya menggerakkan perusahaan pengembang, tetapi juga menopang industri baja, semen, peralatan rumah tangga, jasa konstruksi, dan pendapatan pemerintah daerah dari penjualan lahan.

Ketika penjualan rumah melemah dan sejumlah pengembang mengalami masalah utang, dampaknya menyebar ke berbagai sektor. Rumah tangga menjadi lebih berhati-hati membelanjakan uang, sementara perusahaan menahan investasi karena prospek permintaan belum sepenuhnya pulih.

China juga menghadapi tantangan demografis berupa populasi yang menua dan angkatan kerja yang menyusut. Kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas, konsumsi, penerimaan pajak, dan beban pembiayaan sistem pensiun dalam jangka panjang.

Dari luar negeri, ketegangan perdagangan dan teknologi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Barat masih membayangi. Dampak perang Iran terhadap harga minyak turut menambah tekanan karena China merupakan salah satu importir energi terbesar di dunia. Kenaikan harga minyak dapat memperbesar biaya produksi, transportasi, dan impor energi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id